Lintasan Sejarah 6 Februari 2017
Hari ini, Senin tanggal 6 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Mirza Khansari Meninggal Dunia
125 tahun yang lalu, tanggal 8 Jumadil Awal 1313 HQ, Mirza Muhammad Baqir Zainal Abidin Khansari, meninggal dunia di Isfahan.
Mirza Khansari adalah seorang ahli fiqih dan ahli hadis yang terkenal. Ia juga telah berhasil mendapatkan izin dari beberapa guru dan ulama besar untuk menukil hadis.
Ilmuwan agung ini mengenal secara baik biografi dan silsilah sejarah ulama dan ilmuan fiqih, setelah beberapa kali menjadi pimpinan hauzah ilmiah Isfahan. Beberapa karya tulis seperti, Hasyiyeh Lum'ah dan Raudlatul Jannat adalah sejumlah buku utama yang pernah beliau tulis.
Syeikh Muhammad Abduh Meninggal
115 tahun yang lalu, tanggal 8 Jumadil Awal 1323 HQ, Syeikh Muhammad Abduh, cendikiawan dan pejuang muslim terkemuka Mesir meninggal dunia.
Muhammad Abduh awalnya belajar di Universitas al-Azhar dan kemudian menuntut ilmu dari Sayid Jamaluddin al-Afghani, ulama pejuang kemerdekaan Mesir.
Setelah Jamaluddin al-Afghani diasingkan oleh pemerintah, Muhammad Abduh menggantikannya dalam mengajar. Namun, seiring dengan meluasnya imperialisme Inggris di Mesir, Abduh juga diasingkan oleh pemerintah ke Suriah.
Setelah enam tahun mengajar di Suriah, Syekh Muhammad Abduh pergi ke Paris dan bergabung dengan Jamaluddin al-Afghani dalam menerbitkan surat kabar yang memperjuangkan kebebasan bertajuk "Urwatul Wutsqa".
Sebagaimana al-Afghani, Syeikh Muhammad Abduh giat menyuarakan persatuan kaum muslimin sedunia dan meyakini bahwa kaum muslim harus bersatu melawan imperialisme Barat.
Perjanjian Segi Lima Ditandatangani
95 tahun yang lalu, tanggal 6 Februari tahun 1922, konferensi pembatasan senjata internasional yang berlangsung di Washington berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Segi Lima.
Perjanjian ini ditandatangani oleh lima negara peserta konferensi, yaitu AS, Inggris, Perancis, Italia, dan Jepang.
Berdasarkan perjanjian ini, penggunaan segala jenis gas kimia, bahan kimia beracun, dan gas pemati rasa dalam peperangan, dinyatakan terlarang. Beberapa tahun kemudian, pada bulan Juni 1925, melalui protokol di Genewa, sebagian besar negara dunia menandatangani perjanjian untuk tidak menggunakan gas-gas pembunuh dalam perang.
Wafatnya Ayatullah Sayid Hibatuddin Hairi Huseini Syahrastani
50 tahun yang lalu, tanggal 18 Bahman 1345 HS, Ayatullah Sayid Hibatuddin Hairi Hosseini Shahrastani meninggal dunia dalam usia 83 tahun dan dimakamkan di komplek suci Kazhimain, Irak.
Sayid Muhammad Husein yang lebih dikenal dengan Hairi Huseini Syahrastani lahir di kota Samara pada 1262 Hs. Setelah menyelasaikan pendidikan awal hauzah, beliau belajar kepada Ayatullah Akhond Khorasani, Sayid Kazhim Yazdi dan Syeikh al-Syariah Isfahani hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Pasca kemerdekaan Irak dari penjajahan Inggris, Ayatullah Syahrastani diangkat menjadi Menteri Ma'arif Irak dan sejak itu beliau mulai mereformasi urusan agama dan melindungi pelajar agama, sehingga beliau akhirnya diangkat menjadi Ketua Dewan Tinggi Irak.
Selama beberapa tahun Ayatullah Syahrastani menjadi anggota Parlemen Irak dan setelah itu beliau mengkhususkan waktunya untuk menulis buku dan membela Islam dari musuh-musuh. Beliau juga punya hubungan yang dekat dengan para cendikiawan dunia Islam untuk menyadarkan dunia Islam dan berusaha keras untuk mendidik semangat persatuan dan kebangkitan umat Islam.
Beliau meninggalkan banyak karya ilmiah seperti Feidh al-Bari, al-Syariah al-Thabi'ah dan al-Dalail wa al-Masail.
Hossein Hazin Boroujerdi, Penyair Iran Wafat
21 tahun yang lalu, tanggal 18 Bahman 1374 HS, Hossein Hazin Boroujerdi meninggal dunia dalam usia 87 tahun.
Profesor Hazin pada 1277 HS lahir ke dunia di kota Boroujerd. Ia berkali-kali melakukan ziarah ke makam Imam Ali dan Imam Husein as dengan berjalan kaki. Ia terkenal dengan bait-bait puisinya tentang para Imam as.
Berkali-kali ia membacakan puisinya di hadapan Ayatullah al-Udzma Boroujerdi, bahkan beliau sangat mendorongnya untuk terus berkarya.
Altivitas terpentingnya selain menciptakan bait-bait puisi adalah mengumpulkan sejarah kehidupan tokoh dan penyair Boroujerd. Ia meninggal sejumlah karya seperti Souz va Godaz, Divan Ghazaliyat, Saghinameh dan lain-lain.