Feb 07, 2017 07:42 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 7 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily Gugur Syahid

 

652 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Awal 786 HQ, Muhammad bin Jamaluddin Makky Amily, seorang ulama pejuang asal Libanon gugur syahid dan beliau pun dijuluki dengan nama “Syahid Awal”.

 

Syahid Awal dilahirkan di desa Kamal Amil, Lebanon dan kemudian menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama terkemuka zaman itu, di antaranya Allamah Hilli.

 

Sepanjang hidupnya, Syahid Awal menulis banyak buku-buku agama, yang paling terkenal adalah buku fiqih berjudul "Al-lum'ah Dimasyqiah" yang hingga sekarang masih menjadi salah satu buku pelajaran di hauzah-hauzah ilmiah.

 

Ayatullah Al-Udzma, Sayid Abu Torab Khonsari Wafat

 

92 tahun yang lalu, tanggal 9 Jumadil Awal 1346 HQ, Ulama besar Iran, Ayatollah al-Udzma Sayid Abu Torab Khonsari, meninggal dunia.

 

Ayatullah Sayid Abu Torab Khonsari dilahirkan di Khonsar, sebuah kota di pusat Iran, pada tahun 1271 HQ. setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau melanjutkan studinya di Hauzah Ilmiyah Isfahan, kemudian ia pindah ke Hauzah Ilmiah Najaf. Di kedua Hauzah tersebut beliau juga sempat berguru pada ulama-ulama besar yang terkenal di zamannya.

 

Beliau dikenal menguasai fiqih, ushul-fiqih, filsafat dan tafsir. Ayatollah Khonsari juga dikenal sebagai pengajar fiqih dan ushul-fiqih. Beliau banyak meninggalkan karya tulis diantaranya Misbahus-Shalihin, dan Qasdus-sabil.

 

Negara Grenada Merdeka

43 tahun yang lalu, tanggal 7 Februari 1974, negara kecil Grenada yang terletak di Amerika tengah merdeka.

 

Pada tahun 1498, pulau ini ditemukan oleh Chistopher Columbus, seorang warga negara Sepanyol,yang kemudian digabungkan dengan negara ini. Namun setelah lengsernya kerajaan Sepanyol, Perancis dan Inggris memperebutkan Grenada.

Pada tahun 1974, Grenada dapat dikuasai oleh Perancis. Sekitar satu abad setelah itu, tepatnya pada tahun 1783, Inggris dapat  merebut Grenada dari tangan Perancis. Sekitar dua abad lamanya, Grenada berada di bawah kekuasaan Inggris. Pada tahun 1974, Grenada akhirnya dapat meraih kemerdekaannya.

Lima tahun kemudian, Mourice Bishob melakukan kudeta damai, dan membentuk pemerintahan sosialis di Grenada. Setelah sistem sosialis terbentuk, negara ini melakukan hubungan dengan negara-negara sosialis, khususnya Kuba. Melihat kondisi seperti ini, AS tidak tinggal diam dan kemudian menduduki negara ini pada tahun 1982. Bishob sebagai tokoh sosialis di negara tersebut pun dibunuh. AS sebelum keluar dari Grenada membentuk pemerintahan boneka di negara kecil ini.

 

Angkatan Udara Iran Berbaiat Kepada Imam Khomeini

 

38 tahun yang lalu, tanggal 19 Bahman 1357 HS, Angkatan Udara Iran menyatakan diri mendukung Imam Khomeini.

 

Dalam pertemuan antara personil angkatan udara dan Imam Khomeini, Imam menyampaikan pidato sebagai berikut, "Selama ini, Anda semua mematuhi pemimpin yang zalim. Sejak hari ini,  Anda semua menggabungkan diri kepada al-Quran dan al-Quran akan menjadi pelindung Anda. Saya harap, dengan bantuan dari Anda sekalian, kita mampu mendirikan negara Islam yang adil."

 

Peristiwa bersejarah ini kemudian setiap tahun diperingati rakyat Iran sebagai Hari Angkatan Udara Republik Islam Iran.

 

Pawai Akbar Rakyat Mendukung Pemerintahan Sementara

 

38 tahun yang lalu, tanggal 19 Bahman 1357 HS, rakyat Iran melakukan pawai mendukung pemerintahan sementara.

 

Menyusul dimulainya kerja pemerintahan sementara, Imam Khomeini ra meminta warga menyatakan pendapatnya mengenai pemerintahan sementara dengan aksi pawai akbar yang dilakukan damai. Setelah permintaan ini, Jameeh Ruhaniyat Mobarez Tehran mengajak warga melakukan pawai akbar pada 19 Bahman 1357 HS. Dalam pengumuman yang dikeluarkan disebutkan bahwa setelah 70 tahun, ini untuk pertama kalinya bangsa Iran membentuk pemerintah dan benar-benar gembira dengannya.

 

Pada saat yang sama, Amerika masih tetap mendukung Bakhtiari dan mempersiapkan rencana kudeta di Iran. Guna mendukung rencana ini, para kaki tangan rezim Shah Pahlevi mengancam akan membakar dan membunuh rakyat. Tapi pawai akbar yang dilakukan rakyat berhasil menggagalkan anggapan rezim Pahlevi.

 

Pada waktu itu Imam Khomeini ra mengumumkan bahwa melanjutkan kebangkitan ini sebagai kewajiban ilahi. Pawai akbar jutaan rakyat mendukung pemerintahan sementara yang diangkat oleh Imam Khomeini ra tidak hanya dilakukan di Tehran, tapi juga di kota-kota lainnya. Di akhir pawai akbar ini dibacakan resolusi yang berisikan tujuh butir yang mendukung Perdana Menteri Bazargani.