Jun 28, 2017 09:52 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 28 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Syawal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Tir 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Hari Mahkamah Agung

Tanggal 7 Tir di Iran diperingati sebagai Hari Mahkamah Agung sebagai peringatan atas gugur syahidnya Ayatullah Syahid Beheshti yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Salah satu tugas penting pemerintahan Islam adalah menegakkan keadilan dan mengembalikan hak kepada pemiliknya. Tugas penting ini membutuhkan lembaga peradilan yang independen, kuat dan adil.

Atas dasar ini, Imam Khomeini ra menilai lembaga peradilan sebagai lembaga paling sensitif dan menyebutnya sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang tertindas. Oleh karenanya, upaya melemahkannya bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Menurut Imam Khomeini ra, bila hukum yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan sesuai dengan prinsi-prinsip Islam, hukum ini dapat menjadi penyelamat dan solusi bagi banyak masalah yang dihadapi negara.

Meraih kepuasan rakyat dan keridhaan Allah hanya dapat direalisasikan ketika lembaga peradilan senantiasa berusaha dalam kerangka menegakkan keadilan dan menerapkan hukum Islam.

Perang Hunain Dimulai

1430 tahun yang lalu, tanggal 3 Syawal 8 HQ, menurut sebagian sejarawan muslim, dimulailah Perang Hunain.

Perang ini terjadi lima belas hari setelah penaklukan Mekah dan berlangsung di kawasan antara Mekah dan Thaif. Dua kabilah Arab yang belum masuk Islam, yaitu Hawazan dan Tsaqif, bersatu untuk melawan kaum Muslimin dan mereka memasang jebakan untuk mengalahkan pasukan Muslim.

Pasukan Muslimin yang baru saja memperoleh kemenangan dalam penaklukan Mekah, sempat lengah dalam perang ini dan terpaksa mundur. Namun, atas pertolongan Allah Swt dan kepemimpinan Rasulullah, pasukan Muslim kembali bangkit dan berjuang sampai akhirnya meraih kemenangan.

Peristiwa ini diabadikan di al-Quran dalam surat at-Taubah ayat 25, yang artinya, "Sesungguhnya Allah telah menolong kamu  di medan peperangan yang banyak, dan  peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah , maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa'at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai."

72 Anggota Partai Jomhouri-e Eslami Gugur Syahid

36 tahun yang lalu, tanggal 7 Tir 1360 Hs, 72 anggota Partai Jomhouri-e Eslami Iran, termasuk Ayatullah Doktor Syahid Beheshti, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran, gugur syahid akibat meledaknya sebuah bom di gedung markas partai tersebut.

Peledakan gedung markas Partai Republik Islam itu dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin al-Khalq yang berkonspirasi dengan negara-negara Barat.

Gugur syahidnya 72 tokoh garis depan Revolusi Islam Iran  tersebut tak pelak lagi memberikan pukulan keras terhadap Republik Islam Iran yang baru berdiri 2 tahun. Namun, berkat dukungan besar dari rakyat Iran terhadap revolusi, Republik Islam tetap tegak berdiri meskipun berkali-kali didera peristiwa teror, termasuk agresi yang dilakukan oleh negara tetangganya, Irak.

Serangan Rezim Zionis

11 tahun yang lalu, tanggal  28 Juni 2006, serangan brutal Rezim Zionis Israel menggempur kawasan Jalur Gaza, wilayah Otorita Palestina dari darat dan udara.

Serangan ganas itu dilancarkan sebagai aksi balas terhadap operasi yang digelar oleh para pejuang Palestina pada tiga hari sebelumnya. Saat itu para pejuang Palestina berhasil membunuh 2 serdadu Israel yang tengah berada di pos penjagaan dan menawan seorang lainnya.

Pada hari pertama serangan besar-besaran itu yang dikenal juga sebagai serangan ‘Hujan Musim Panas', sejumlah menteri, beberapa anggota parlemen Palestina, dan anggota Dewan kota pimpinan Hamas, diculik oleh pasukan militer Rezim Zionis. Selain itu, akibat serangan tersebut, ratusan rakyat Palestina gugur syahid dan selebihnya mengalami luka-luka.

Hanya karena beralasanan untuk membebaskan seorang tawanan, Rezim Zionis Israel melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza, padahal sekarang ini sekitar sepuluh ribu orang Palestina menjadi tawanan Israel dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.