Lintasan Sejarah 13 Desember 2017
Hari ini, Rabu tanggal 13 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Rabiul Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Azar 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Ayyub, Faqih dan Sastrawan Wafat
1026 tahun yang lalu, tanggal 24 Rabiul Awal 413 HQ, Ibnu Ayyub seorang faqih dan sastrawan meninggal dunia.
Ali bin Hilal Katib al-Baghdadi yang dijuluki Abu al-Hasan dan dipanggil dengan Alauddin, tapi lebih terkenal dengan Ibnu Ayyub merupakan sastrawan, ulama, qari dan ahli kaligrafi awal abad kelima.
Ia sangat dikenal sebagai ahli kaligrafi, khususnya dengan gaya Naskh dan Tsulus. Bahkan dapat dikatakan tidak banyak ahli kaligrafi yang dapat menulis seindah dia. Ibnu Ayyub meninggal dunia pada 413 atau sebagian menyebut 423 Hq di kota Baghdad dan dimakamkan di dekat kuburan Ahmad bin Hanbal.
Hijrah Sugra, Hijrah Ulama Tehran ke Rey
112 tahun yang lalu, tanggal 22 Azar 1284 HS, para ulama Tehran melakukan hijrah ke kota Rey yang dikenal dengan Hijrah Sugra.
Akibat meluasnya kezaliman, kefasadan dan kematian di akhir kekuasaan Mozaffaruddin Shah Qajar, ulama Tehran yang paling tersiksa dengan kondisi ini melakukan protes dan upaya memperbaiki kondisi yang ada serta menekan pemerintah dengan berhijrah dari Tehran ke komplek makam suci Hazrat Abdul Azhim di kota Rey.
Hijrah ulama Tehran ini dilakukan pada 22 Azar 1284 HS (13 Desember 1905) yang kemudian dikenal dengan istilah Hijrah Sugra yang pada tahap awal dilakukan oleh 2 ribu ulama. Setelah berlalu beberapa hari ribuan ulama lainnya bergabung dengan rombongan pertama hingga jumlah mereka melebihi 10 ribu ulama.
Mozaffaruddin Shah Qajar menyaksikan kenyataan ini tampil untuk mencari solusi atas kondisi buruk menerima tuntutan para ulama dengan membentuk lembaga peradilan di setiap kota Tehran, penerapan undang-undang Islam di seluruh negeri dan pemberhentian kepala bea cukai Iran yang berkewarganegaraan Belgia serta memberhentikan Ala Dowleh, Gubernur Tehran.
Akhirnya aksi protes itu berakhir pada 22 Dey 1284 HS (12 Januari 1906) dan berlanjutnya perjuangan oleh ulama dan rakyat, Mozaffuruddin Shah terpaksa mendandatangani perintah Konstitusi pada tanggal 14 Mordad 1285 Hs (5 Agustus 1906).
Saddam Husein ditemukan di Irak Utara
14 tahun yang lalu, tanggal 13 Desember 2003, Saddam Husein, bekas diktator Irak ditangkap setelah ditemukan bersembunyi di tempat persembunyiannya dekat Tikrit, Irak Utara.
Saddam Husein telah menyembunyikan diri sejak serangan AS dan Inggris ke Irak pada bulan Maret 2003. Penangkapan diktator penumpah darah ini menyebabkan kegembiraan besar di tengah rakyat Irak dan negara-negara seperti Iran dan Kuwait, yang pernah merasakan kekejaman penguasa zalim ini.
Sementara itu, meski masyarakat dunia menunggu terungkapnya berbagai kejahatan diktator Irak ini yang hingga saat itu masih belum terungkap, namun pihak AS tidak bersedia melepas Saddam begitu saja dan terus mengawasinya agar berbagai kerjasama negara ini dengan rezim tiran Irak ini tidak terungkap.
Saddam berhasil meraih kekuasaan di Irak melalui kudeta Partai Baath yang beridiologi Marxist. Di sepanjang kekuasaannya yang otoriter di Irak, selain membunuhi rakyatnya, ia juga mengagresi Iran dan Kuwait, serta melakukan berbagai kejahatan yang sangat mengerikan di dua negara tersebut.