Lintasan Sejarah 22 Desember 2017
Hari ini, Jumat tanggal 22 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hari Ibu
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Dalam hadis masyhur disebutkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret.
Shah Mahmud Ghaznawi Meninggal
1018 tahun yang lalu, tanggal 3 Rabiul Tsani 421 HQ, Mahmud Ghaznawi, raja ketiga dari dinasti Ghaznawi di Iran, meninggal dunia.
Mahmud Ghaznawi pada tahun 387 merebut kekuasaan dari saudaranya, Ismail. Raja Ghaznawi kemudian mengalahkan raja-raja Shafari, Samani, Ali Buyeh,dan Ali Ziyar sehingga menguasasi wilayah utara dan timur Iran.
Secara bertahap, wilayah kekuasaan Ghaznawi semakin meluas. Selama masa pemerintahannya, dia 12 kali melakukan perang di India. Akhirnya, setelah 34 tahun berkuasa, Shah Ghaznawi meninggal dunia akibat sakit.
Pembentukan Kantor Berita Radio dan Televisi Iran
46 tahun yang lalu, tanggal 1 Dey 1350 HS, Vahed Markazi Khabar atau Lembaga Pusat Pemberitaan menjadi Kantor Berita Radio dan Televisi Nasional Iran dalam kerangka Unit Informasi dan Pemberitaan memulai kerjanya.
Kewajiban Lembaga Pusat Pemberitaan adalah mencari berita, menyiapkan foto dan video berita dari kantor-kantor berita asing dan menerima berita dari para wartawan dalam negeri baik di Tehran maupun di daerah-daerah lalu mempublikasikannya lewat radio, televisi dan media cetak. Unit terdiri dari sejumlah bidang seperti berita dalam negeri, berita daerah, berita luar negeri dan lain-lain.
Berita yang didapat dari dalam negeri dan seluruh negara lain setelah diterjemahkan, disusun dan ditinjau kembali lalu dikirimkan kepada pengguna baik dalam maupun luar negeri.
Kantor Berita Radio dan Televisi Iran dikemudian hari berganti nama Vahed Markazi Khabar atau Lembaga Pusat Pemberitaan. Kini namanya berubah menjadi Kantor Berita Seda va Sima atau Audio dan Visual. Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, lembaga ini menjadi kantor berita penting di Timur Tengah, bahkan untuk benua Asia. Saat ini, Kantor Berita Seda va Sima memiliki kantor di pelbagai negara dunia
Pembiayaan kantor berita ini ditanggung negara, tapi dalam menjalankan risalahnya, tetap berusaha mengedepankan prinsip independensi.