Lintasan Sejarah 23 Desember 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 23 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abu Bakar Muhammad Anbari lahir kedunia
926 tahun yang lalu, tanggal 4 Rabiul Tsani 513 HQ, Abu Bakar Muhammad Anbari seorang fakih, ahli hadis, dan pakar nahwu dan sastra, terlahir ke dunia.
Sejak usia muda, Anbari memperdalam ilmu agama dan menimba ilmu Nahwu dan sastra dari ayahnya. Setelah mempelajari berbagai ilmu Anbari kemudian mengajar dan banyak murid yang menimba ilmu darinya.
Dia adalah seorang fakih dan pakar nahwu terkenal. Diantara karyanya adalah buku Manshur Al Fawaid.
Sayid Ali Muhammad meninggal dunia
127 tahun yang lalu, tanggal 4 Rabiul Tsani 1312 HQ, Sayid Ali Muhammad bin Sultan al-Ulama yang dikenali dengan Tajul Ulama merupakan salah seorang ulama terkenal India, meninggal dunia pada usia 52 tahun.
Dia adalah seorang fakih yang alim, pakar hadis dan pintar berpidato. Dia juga mempunyai pengetahuan yang luas dalam masalah keagamaan hingga banyak cendikiawan dari berbagai agama berdialog dengannya. Diantara buku karyanya adalah Ahsanul Qisas berkaitan dengan tafsir suratYusuf dan Mutiara Lampu Malam yang membahas soal keutamaan shalat.
Protes Para Dosen Iran atas Intervensi Rezim Shah
39 tahun yang lalu, tanggal 2 Dey 1357 HS, puluhan dosen dari pelbagai universitas Iran menguasai gedung Kementerian Sains dan Teknologi sebagai bentuk protes atas intervensi pasukan rezim Shah Pahlevi dalam urusan universitas dan menutup ruang-ruang kuliah.
Dalam aksi protes ini para dosen menuntut dibukanya kembali ruang-ruang kuliah dan menarik pasukan keamanan dari lokasi universitas. Protes ini berujung pada syahadah Nejatollahi pada tanggal 5 Dey yang membuat proses kemenangan Revolusi Islam di Iran semakin cepat.
Karet Sintetis Pertama Diciptakan
85 tahun yang lalu, tanggal 23 Desember 1932, karet sintetis untuk pertama kalinya diciptakan.
Alasan produksi karet buatan ini adalah karena berkurangnya produksi getah karet alami dan meningkatnya pemakaian karet dalam berbagai bidang industri. Studi terhadap pembuatan karet sintetis di antaranya dilakukan oleh ilmuwan Jerman, Hermann Staudinger. Karet sintetis pertama yang berhasil diciptakan diberi nama "neoprene." Bahan ini sangat tahan panas dan bahan kimia, seperti minyak dan gasoline.
Di AS kemudian ditemukan variasi karet sintetis baru, yang disebut sebagai "GR-S" (Government Rubber Styrene). Materi ini terdiri dari polymer butadiene dan styrene serta menjadi basis produksi karet sintetis AS selama PD II. Militer sangat membutuhkan karet sintetis ini, di antaranya untuk pembuatan ban kendaraan militer dan mesin-mesin perang lainnya.
Oleh karena itulah pemerintah AS melakukan usaha besar untuk meningkatkan produksi karet sintetisnya. Hingga tahun 1944, ada 50 pabrik karet sintetis yang didirikan Amerika dan memproduksi karet sintetis dua kali lipat dari produksi karet alami dunia sebelum dimulainya perang.