Lintasan Sejarah 24 Desember 2017
Hari ini, Ahad tanggal 24 Desember 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Kharaqi Marvazi, Matematikawan Wafat
907 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Tsani 532 HQ Kharaqi Marvazi, matematikawan muslim meninggal dunia.
Kharaqi Marvazi lahir di daerah Kharaqi. Ia seorang matematikawan dan penulis besar di bidang sejarah, geografi dan matematika.
Kharaqi Marvazi merupakan ilmuwan istana Kharazmshahian dan memiliki posisi penting. Ia termasuk sejumlah ilmuwan di masa stagnasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam. Karya-karyanya antara lain Muntaha al-Idrak dan at-Tabshirah fi Ilm al-Haiah.
Habibullah Dzulfunun Meninggal Dunia
70 tahun yang lalu, tanggal 3 Dey 1326 HS, Habibullah Dzulfunun meninggal dunia dalam usia 87 tahun dan dimakamkan di kota Rey di dekat makam suci Imam Zadeh Abdullah.
Habibullah Dzulfunun Tehrani Iraqi lahir pada tahun 1239 HS di kota Soltan Abad, Iran. Selama 20 tahun ia belajar pelbagai ilmu secara otodidak. Setelah Dzulfunun pergi ke Najaf dan selama 10 tahun mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman, khususnya tafsir al-Quran. Dzulfunun di Najaf belajar pada Mirza Habibullah Rashti, Muhammad Fadhil Syarabiyani, Mirza Hossein Mirza Khalil dan Sayid Murtadha Kasymiri.
Dzulfunun kembali ke Iran dan melewati hidupnya di Bushehr, Shiraz dan Isfahan. Ketika berada di Isfahan Dzulfunun belajar pada guru-guru besar seperti Mirza Jahangir Khan Ghashghani, Mirza Hassan Kermanshahi dan Akhond Mulla Fathali Araki. Setelah belajar dengan mereka, Dzulfunun pindah ke Tehran dan hidup di sana hingga akhir hidupnya.
Selama beberapa waktu Dzulfunun mengajar matematika di Dar al-Moallemin Markazi dan Sekolah Tinggi Sepahsalar, sekaligus menulis karya-karyanya seperti Harakat-e Ghamar (gerakan bulan) dan kumpulan puisi. Dzulfunun seorang ahli perbintangan dan membuat tanggalan berdasarkan ilmu perbintangan dan dicetak. Dzulfunun seorang pemikir dalam filsafat, fiqih, sastra, tafsir, matematika dan ilmu perbintangan. Tidak hanya menguasainya, tapi Dzulfunun juga mengajarkannya. Dzulfunun memiliki kemampuan membaca puisi dalam dua bahasa; Arab dan Persia.
Perancis Menyerang Ghana
168 tahun yang lalu, tanggal 24 Desember 1849, pasukan Perancis menyerang Ghana yang terletak di Afrika Barat.
Serangan ini merupakan pendahuluan dari rencana penaklukan kawasan Ghana yang kaya hasil bumi itu. Sebelum terjadinya serangan tersebut, perusahaan dagang Perancis bernama Perusahaan Pantai Emas didirikan di Ghana dan perusahaan inilah yang mempersiapkan invasi militer Perancis ke wilayah ini.
Selepas invasi tersebut, pasukan Perancis mendirikan banyak pangkalan militer di Ghana. Kemudian, pemerintah Perancis mengadakan perjanjian dengan negara-negara Eropa mengenai kedudukannya di Ghana, sehingga akhirnya pada tahun 1913, Ghana secara resmi menjadi jajahan Perancis. Rakyat Ghana meraih kemerdekaannya melalui referendum pada tahun 1958.