Jun 30, 2018 19:26 Asia/Jakarta

Anda tentu masih ingat bukan, beberapa waktu lalu Hamid menelpon Muhammad untuk mengajaknya bergadang ke rumah Said bersama teman-teman yang lain. Muhammad pun menyanggupi ajakan Hamid.

Rumah Said berada di perkampungan kawasan kota tua Tehran. Beberapa tamu lain sudah datang terlebih dahulu, sebelum Muhammad dan Hamid tiba. Mereka bergadang di rumah Said sambil berbincang-bincang tentang beragam persoalan. Ibu Said yang sudah sepauh baya, datang menghidangkan teh, camilan dan buah-buahan serta menyambut mereka dengan begitu ramah dan hangat. Ia pun berkali-kali mempersilahkan teman-teman Said menikmati hidangan ringan yang disediakan.

Muhammad begitu kagum dengan keramahan dan sambutan hangat ibu Said. Selama ini, Muhammad pun sudah sering mendengar dan menyaksikan langsung keramah-tamahan masyarakat Iran dalam menyambut tamu. Tak berasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Muhammad bersama tamu-tamu lainnya memutuskan untuk segera pamit mengundurkan diri. Namun Ibu Said meminta mereka untuk tinggal beberapa waktu lagi.

Rekan setia, Anda tertarik bukan untuk mengikuti lebih jauh pelajaran kita kali ini? Untuk itu kami ajak Anda terlebih dahulu mempelajari beberapa kosakata penting berikut:

Bebakhshid

ببخشید Maaf

Khanom

خانم Nyonya, ibu (panggilan untuk perempuan separuh baya ke atas)

Zahmat dadim

زحمت دادیم Kami sangat merepotkan Anda

Che zahmati

چه زحمتی Repot apanya

Khahesh mikonam

خواهش می کنم Tidak apa-apa (jika digunakan untuk membalas ungkapan “zahmat dadim”)

Man shodam

من شدم Saya (menjadi)

Khoushhal

خوش حال Gembira, senang

Kheyli khoushhal shodam

خیلی خوش حال شدم Saya sangat senang sekali

Dast-e shoma dard nakonad

دست شما درد نکند Terimakasih, jangan repot-repot

Be salamat

به سلامت Semoga selamat

Khoush amadid

خوش آمدید Selamat datang

Khoda hafez

خدا حافظ Tuhan melindungimu, Selamat jalan

Khoda khafizi

خدا حافظی Berpamitan

Shoma ta’arof kardid

شما تعارف کردید Anda berbasa-basi

Anha ta’arof mikonand

آنها تعارف می کنند Mereka berbasa-basi

Mehraban

مهربان Ramah, penyayang

Mehman nawaz

مهمان نواز Ramah

Mehman

مهمان Tamu

Madar

مادر Ibu

U bud

او بود Dia

U dust dasht

او دوست داشت Dia suka

Ziyad

زیاد Banyak

Ma bokhourim

ما بخوریم Kami makan

Miveh

میوه Buah

Shirini

شیرینی Kue

Mesle

مثل Seperti

Keshvar

کشور Negara

Tu mikhahi

تو می خواهی Kamu ingin

Ta’arof

تعارف Etika basa-basi khas Iran

Ta’arofha

تعارف ها Etika basa-basi khas Iran (bentuk jamak)

Man komak mikonam

من کمک می کنم Saya membantu

Tu yad begiri

تو یاد بگیری Pelajarilah!

Kheyli mamnum

خیلی ممنون Terima kasih

Khahesh mikonam

خواهش می کنم Sama-sama (jika digunakan untuk membalas ucapan terima kasih)

 

Rekan setia, selanjutnya kita simak bersama percakapan Hamid, Muhammad dan ibu Said.

Hamid

Maaf Bu, kami telah merepotkan Anda.

Ibu Said

Tidak apa-apa, repot apanya? Saya sangat senang sekali.

Muhammad

Terimakasih, jangan repot-repot

Ibu Said

Sama-sama. Silakan, selamat datang!

Hamid

Tuhan melindungi Anda!

 

Rekan setia mari kita simak ulang percakapan tadi!

[dialog]

Proses berpamitan berjalan agak lama. Muhammad sendiri merasa terheran-heran dengan etika bertamu orang-orang Iran. Para tamu terlihat sangat senang sekali setelah berjam-jam saling bercengkrama. Muhammad dan Hamid pun segera mengendarai mobil. Sementara ibu dan ayah Said mengantar para tamu hingga ke depan pintu. Muhammad sangat terharu dengan keramahtamahan keluarga Said. Dalam perjalanan kembali ke rumah, Muhammad dan Hamid pun membicarakan tradisi dan etika bertamu masyarakat Iran yang sangat santun dan ramah. Selanjutnya mari kita simak percakapan mereka berdua:

Muhammad

Kamu waktu berpamitan sangat santun dan penuh basa-basi sekali!

Hamid

Iya, Orang-orang Iran memang terbiasa dengan etika basa-basi. Karena mereka begitu ramah.

Muhammad

Ibu Said sangat ramah. Dia sangat suka kita makan buah dan kue yang banyak.

Hamid

Iya. Karena orang-orang Iran sangat menyukai para tamu.

Muhammad

Di negara kami, orang-orang juga saling berbasa-basi. Tapi tidak seperti orang-orang Iran.

Hamid

Muhammad, apa kamu mau belajar etika basa-basi bahasa persia?

Muhammad

Iya.

Hamid

Aku bantu kamu mempelajarinya.

Muhammad

Terima kasih.

Hamid

Sama-sama

 

Rekan setia, seperti biasanya mari kita simak sekali lagi percakapan tadi. Namun kali ini tanpa terjemahan!

[dialog]

Masyarakat Iran dikenal memiliki etika pergaulan yang penuh dengan basa-basi. Tradisi itu semacam itu merupakan bentuk dari penghormatan mereka terhadap sesama. Mereka selalu berusaha menyambut tamunya dengan sebaik mungkin. Muhammad pun lantas memutuskan untuk mempelajari ungkapan bahasa persia yang kerap digunakan dalam etika pergaulan orang-orang Iran. Insyaallah dalam pertemuan-pertemuan berikutnya Anda akan mempelajari lebih banyak lagi ungkapan etika pergaulan dalam bahasa persia!