Sep 21, 2018 13:55 Asia/Jakarta

Hari ini kami ajak Anda untuk mengenal sebuah masjid besar dan bersejarah di Iran. Yaitu Masjid Jamkaran, yang letaknya tak jauh dari kota Qom. Sekitar 200 km selatan Tehran. Masjid ini terbilang sangat tua dan telah dibangun sejak sekitar 1000 tahun yang lalu. Masyarakat Tehran, Qom, dan kota-kota lainnya sering berziarah ke masjid ini. Terutama pada malam Rabu.

Kebetulan Selasa sore nanti, Muhammad dan Ramin berencana pergi ke Masjid Jamkaran. Anda tertarik bukan untuk menemani mereka? Namun sebelum itu, seperti biasanya kita pelajari dulu beberapa kosakata penting berikut ini:

Man miravam

من می روم Saya pergi

Man mikhaham beravam

من می خواهم بروم Saya ingin pergi

Jamkaran

جمکران Jamkaran

Masjed Jamkaran

مسجد جمکران Masjid Jamkaran

Khoush be halet

خوش به حالت Berbahagialah kamu, beruntung sekali kamu

Eltemase doa

التماس دعا Mohon doanya

Mohtajim be doa

محتاجیم به دعا Doakan kami juga

Javab

جواب Jawab

Cheh

چه Apa

Anha miguyand

آنها می گویند Mereka berkata

Ma miguyim

ما می گوییم Kami mengatakan

Pas

پس Kalau begitu

Gonbad

گنبد Kubah

Abi

آبی Biru

Ziba

زیبا Indah

An

آن Itu

Sholough

شلوغ Ramai

Bozorg

بزرگ Besar

Bes-yar

بسیار Sangat

Seh shanbeh

سه شنبه Selasa

Mardom

مردم Masyarakat

Ziyadi

زیادی Banyak

Qom

قم Qom

Tehran

تهران Tehran

Shahr

شهر Kota

Anha

آنها Mereka

Mi ayand

می آیند Mereka datang

Inja

اینجا Di sini

Koja

کجا Di mana

Tou park mikoni

تو پارک می کنی Kamu memarkir

Samte

سمت Sebelah

Rast

راست Kanan

Kheyaban

خیابان Jalan

Man park mikonam

من پارک می کنم Saya memarkir

Key

کی Kapan

Marasem

مراسم Acara

Doa

دعا Doa

An shorou mishavad

آن شروع می شود Akan dimulai

Namaz khandan

نماز خواندن Menjalankan shalat

Ma vaght darim

ما وقت داریم Kita punya waktu

Nim saat

نیم ساعت Setengah jam

Digar

دیگر Lain

 

Rekan setia, seperti janji kami sebelumnya, kini kita simak bersama percakapan Muhammad dan Ramin. Simaklah dengan seksama!

Muhammad

Besok saya dan Said ingin pergi ke Jamkaran.

Ramin

Berbahagialah kamu! Mohon doanya ya!

Muhammad

Orang Iran menjawab “Eltemase doa (mohon doanya)” dengan apa?

Ramin

Kami mengatakan, “Mohtajim be doa (doakan kami juga)”

 

Mari kita simak kembali percapakapan tadi. Kali ini tanpa terjemahan!

[dialog]

Selasa sore, Muhammad bersama temannya, Said pergi ke kota Qom dan dari sana mereka menuju Jamkaran. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam mereka akhirnya tiba di Masjid Jamkaran. Kubah biru Masjid Jamkaran benar-benar indah. Dari kejauhan pun, kemilau biru kubah masjid Jamkaran bisa terlihat. Saat itu, masjid banyak dipadati oleh peziarah yang datang dari berbagai pelosok Iran. Lalu-lalang kendaraan terlihat begitu ramai di sekitar kompleks masjid. Dan tampak banyak kendaraan yang diparkir di sana. Berikut kita ikuti percakapan Muhammad dan Said saat mereka tiba di Jamkaran.

Muhammad

Itu kubah Masjid Jamkaran?

Said

Iya. Itu kubah biru Masjid Jamkaran yang indah.

Muhammad

Besar sekali masjidnya. Ramai lagi.

Said

Iya, tiap hari Selasa banyak warga dari Qom dan Tehran datang ke sini.

Muhammad

Ramai sekali. Kamu memarkir mobil di mana?

Said

Sebelah kanan. Saya memarkir mobil di jalan sana.

Muhammad

Acara doa kapan dimulai?

Said

Setengah jam lagi. Kita masih punya waktu untuk mengerjakan shalat.

 

Rekan setia, mari kita simak kembali percapakapan tadi. Kali ini tanpa terjemahan!

[dialog]

Muhammad dan Said memarkir mobilnya di lokasi parkir dan kini mereka memasuki pelataran Masjid. Di sana terlihat banyak rombongan keluarga yang menggelar karpet kecil di halaman masjid sebagai alas duduk. Sebagian lagi yang ada masuk ke ruangan Masjid sembari mendirikan shalat, dan sebagian lagi terlihat khusyuk membaca doa.

Muhammad dan Said pun segera mengambil wudlu dan memasuki ruangan masjid untuk menjalankan shalat. Tak jauh dari sana terdapat ruangan khusus yang memberikan minuman teh hangat secara cuma-cuma bari para peziarah. Suasana maknawi di Masjid Jamkaran benar-benar membuat hati Muhammad menjadi tenang. Ia sangat berbahagia sekali bisa berziarah ke Masjid Jamkaran.