Sep 23, 2018 18:53 Asia/Jakarta

Hari ini sembari belajar bahasa Persia, kami ajak Anda berjalan-jalan ke salah satu kawasan wisata alam Iran yang sangat indah bersama Muhammad dan Said.

Mereka kini tengah berlibur selama beberapa hari di provinsi Ardabil. Provinsi ini terletak di wilayah pegunungan, di barat laut Iran dan kaya akan obyek wisata alam yang eksotis.  Gunung Sabalan, salah satu gunung tertinggi di Iran, sumber air panas, desa-desa tradisional, dan hutan yang masih perawan merupakan sejumlah pesona wisata alam di provinsi Ardabil.

Pagi dini hari, Muhammad dan Said bertolak menuju Ardabil dari Tehran. Beberapa jam kemudian, mereka tiba di kawasan alam yang hijau dan begitu indah di pesisir laut Kaspia. Di sana mereka beristirahat sejenak sekitar setengah jam sambil menikmati makan siang. Lantas melanjutkan kembali perjalanannya. Melihat pemandangan utara Iran yang begitu hijau dan sangat kontras dengan sebagian besar wilayah Iran lainnya yang didominasi kawasan gurun dan beriklim kering, Muhammad pun tampak terlihat keheranan melihat pemandangan indah di sekitarnya. Selama melewati pesisir laut Kaspia ia menumukan banyak desa, persawahan dan kawasan hutan yang masih alami. Terkadang, di tengah jalan mereka menemukan segerombolan domba yang tengah asyik menyantap rumuput.

Anda tertarik bukan untuk menemai Muhammad dan Said menikmati perjalanan liburan mereka? Namun sebelum itu mari kita pelajari terlebih dahulu beberapa kosa kata penting berikut ini:

Jaleb

جالب Menarik

Cheh jaleb

چه جالب Menarik sekali

Du taraf

دو طرف Kedua sisi

Jaddeh

جاده Jalan

Janggal

جنگل Hutan

Janggal-ha

جنگل ها Hutan-hutan

Mazraeh

مزرعه Ladang

Inja

اینجا Di sini

Man dust daram

من دوست دارم Aku suka

Key?

کی؟ Kapan

Ma

ما Kita

Miresim

می رسیم Kita tiba

Saat

ساعت Jam

Panch

پنج Lima

Tou khasteh shodi

تو خسته شدی Kamu letih

Man khasteh nemishavam

من خسته نمی شوم Aku tidak akan letih

Besyar

بسیار Sangat

Ziba

زیبا Indah

Sarsabz

سر سبز Hijau

Sarsabztar

سر سبز تر Lebih hijau

Khonak

خنک Sejuk

Khonaktar

خنک تر Lebih sejuk

Be hamdigar

به هم دیگر Saling

Nazdik

نزدیک Dekat

Nazdiktar

نزدیک تر Lebih dekat

Be khater

به خطر Karena

Hava

هوا Udara

Havaye khub

هوای خوب Udara bagus

Shahr

شهر Kota

Shahrha

شهر ها Kota-kota

Rousta

روستا Desa

Roustaha

روستا ها Desa-desa

Ziyad

زیاد Banyak

Ziyadi

زیادی Banyak

Anja

آنجا Di sana

Bebin

ببین Lihatlah

Gav

گاو Sapi

Gavha

گاو ها Sapi-sapi

Gousfand

گوسفند Kambing

Gousfandha

گوسفند ها Kambing-kambing

Man mibinam

من می بینم Saya melihat

Damdari

دام داری Peternakan

Kar

کار Pekerjaan

Mohem

مهم Penting

Mardom

مردم Masyarakat

Male kesi bud

مال کسی بود Punya seseorang

Hamin

همین Yang ini juga

Mantaqeh

منطقه Kawasan

Man fekr mikonam

من فکر می کنم Saya pikir

Sonnati

سنتی Tradisional

Modern

مدرن Modern

Ma darim

ما داریم Kami punya

 

Rekan setia, pecinta bahasa Persia, kini kita pelajari bersama percakapan Muhammad dan Said.

Muhammad

Menarik sekali! Di kedua sisi jalan, kalau tidak ladang, ada hutan.

Said

Iya. Aku sangat suka sekali hutan di sini.

Muhammad

Kapan kita sampai di Ardabil?

Said

Jam 5. Kamu letih?

Muhammad

Tidak. Di sini sangat indah dan hijau. Aku tidak akan letih.

Said

Iya. Di sini lebih hijau daripada Tehran dan udaranya juga lebih sejuk.

Muhammad

Di sini, kota-kotanya saling berdekatan.

Said

karena udaranya bagus, banyak kota dan desa di sini.

Muhammad

Lihatlah di sana! Banyak sapi dan kambing di dekat jalan.

Said

Peternakan merupakan pekerjaan penting bagi warga desa.

Muhammad

Sapi dan kambing ini punya masyarakat wilayah sini?

Said

Iya. Saya pikir begitu.

Muhammad

Peternakan di Iran tradisional?

Said

Masyarakat desa punya sapi dan kambing. Tapi peternakan modern juga ada.

 

Rekan setia mari kita simak sekali lagi percakapan tadi. Kali ini tanpa terjemah!

[dialog]

Muhammad menanyakan tentang kondisi kehidupan warga di Ardabil kepada Said. Menurut Said, pertanian dan peternakan merupakan pekerjaan penting warga di sana. Warga provinsi Ardabil memiliki bahasa daerah tersendiri yang disebut bahasa Azari. Ladang-ladangan tanaman buah, hutan-hutan labat, dan jalanan yang berbukit-bukit dan penuh kelokan sangat memukau perhatian Muhammad.

Sesekali Muhammad menjumpai anak-anak yang berdiri di pinggir jalan menjajakan buah-buahan khas ardabil. Di sepanjang jalan juga bisa ditemui beberapa restoran dan warung kopi.

Setelah menyetir mobil selama beberapa jam, Said pun mulai merasa lelah dan menyarankan untuk beristirahat sejenak di sebuah warung kopi. Sambil meminum teh hangat, Muhammad berbincang-bincang dengan warga setempat yang kebetulan tengah bersantai di warung tersebut. Mereka asyik mengobrol tentang kondisi warga di sana.