Sep 25, 2018 17:39 Asia/Jakarta

Hari ini, kita akan kembali menemani Muhammad dan Said pergi ke kota Ardabil. Setelah beristirahat sejenak di warung kopi, mereka berdua lantas melanjutkan lagi perjalanannya. Saat ini mereka tengah tiba di permulaan kota Ardabil.

Perjalanan mereka dari Tehran telah menghabiskan waktu sekitar 8 jam setelah melewati berbagai kota dan desa. Awalnya mereka melewati jalanan pegunungan di provinsi Tehran yang sangat berkelok-kelok dan penuh dengan tanjakan. Setelah itu mereka tiba di kawasan utara Iran yang sangat hijau dan diselimuti dengan dengan hutan belantara.

Ardabil adalah kota yang asri dan berhawa sejuk. Sebenarnya tujuan utama perjalanan Muhammad dan Said adalah desa Lahrud, desa eksotis yang terletak di kaki gunung Sabalan. Kebetulan, teman Said yang bernama Ali mengundang mereka datang ke rumah kakeknya di desa Lahrud. Namun sebelum ke Lahrud, mereka singgah terlebih dahulu di kota Ardabil.

Anda tertarik bukan untuk melihat keindahan kota Ardabil? Namun sebelum itu seperti biasanya mari kita pelajari dulu beberapa kosa kata penting berikut!

Ardabil

اردبیل Ardabil

Man fekr mikardam

من فکر می کنم Saya pikir

Shahr

شهر Kota

Kuchek

کوچک Kecil

Bozorg

بزرگ Besar

Ziba

زیبا Indah

Markaz

مرکز Pusat

Ostan

استان Provinsi

Be koja?

به کجا؟ Ke mana?

Ma miravim

ما می رویم Kami pergi

Hotel

هتل Hotel

Are

آری Iya

Emruz

امروز Hari ini

Ma mimanim

ما می مانیم Kita tinggal

Farda

فردا Besok

Sobh

صبح Pagi

Lahrud

لاهرود Lahrud

Khaneh

خانه Rumah

Pedar bozorg

پدر بزرگ Kakek

Rusta

روستا Desa

Ma mibinim

ما می بینیم Kita melihat

Ma mitavanim bebinim

ما می توانیم ببینیم Kita bisa melihat

Qoleh

قله Puncak

Sabalan

سبلان Sabalan

Kuhnavard

کوهنورد Pendaki gunung

Kuhnavard-ha

کوهنورد ها Para pendaki gunung

Anha miravand

آنها می روند Mereka pergi

Man fekr mikonam

من فکر می کنم Saya pikir

Sard

سرد Dingin

Sardtar az

سردتر از Lebih dingin

Lebas

لباس Pakaian

Monaseb

مناسب Sesuai

Ma darim

ما داریم Kita punya

Mazraeh

مزرعه Kebun

Mazraeh-ha

مزرعه های Kebun-kebun

Qashang

قشنگ Indah

Hava

هوا Udara

Khonak

خنک Sejuk

Mardom

مردم Penduduk

Anha mitavanand sohbat konand

آنها می توانند صحبت کنند Mereka bisa berbicara

Ma sohbat mikonim

ما صحبت می کنیم Kita bicara

Ma mitavanim sohbat konim

ما می توانیم صحبت کنیم Kita bisa bicara

Farsi

فارسی Bahasa Persia

Turki

ترکی Bahasa Turki

 

Rekan setia, pecinta Bahasa Persia, kini mari kita simak secara seksama percakapan Muhammad dan Said.

Said

Kita sudah tiba di Ardabil. Di sini Ardabil.

Muhammad

Aku pikir Ardabil kota kecil. Tapi di sini kota yang besar dan indah.

Said

Iya. Ardabil pusat provinsi Ardabil.

Muhammad

Sekarang ke mana kita pergi? Ke hotel?

Said

Iya. Hari ini kita tinggal di Ardabil. Besok pagi kita pergi ke Lahrud.

Muhammad

Rumah Ali di Lahrud?

Said

Tidak. Rumah kakek Ali yang di Lahrud. Lahrud sebuah desa yang besar.

Muhammad

Kita bisa melihat puncak Sabalan dari sana?

Said

Tentu saja. Para pendaki gunung pun pergi ke puncak Sabalan dari Lahrud.

Muhammad

Kalau begitu saya pikir Lahrud lebih dingin ketimbang Ardabil.

Said

Iya. Tapi kita punya baju yang sesuai. Di sana memiliki hawa udara dan perkebunan yang indah.

Muhammad

Penduduk di sana bisa berbahasa Persia?

Said

Iya. Penduduk di sana berbicara dengan bahasa Persia dan Turki. Kita bisa berbicara bahasa Persia dengan mereka.

 

Rekan setia mari kita simak kembali percakapan tadi. Namun kali ini seperti biasanya tanpa terjemah.

[dialog]

Muhammad dan Said tiba di hotel dan beristirahat di sana. Tak lama kemudian mereka berjalan-jalan mengelilingi kota Ardabil. Di sana banyak terdapat penjual madu. Said bercerita bahwa madu hasil produksi dari daerah gunung Sabalan merupakan madu terbaik Iran. Warga di daerah ini pun banyak yang bekerja sebagai peternak lebah madu.

Rasa madu yang dihasilkan dari daerah Gunung Sabalan cukup beragam karena di daerah ini tumbuh beragam jenis bunga. Muhammad dan Said pun lantas membeli madu dan pergi ke sebuah rumah makan untuk menikmati santap malam. Mereka berdua memilih menu makanan tradisional khas Ardabil seperti kebab dan “ashe dough” sejenis bubur khas Iran.

Suasana kota Ardabil memang terasa nyaman dan sangat bersahaja. Jauh berbeda dengan Tehran yang penuh dengan hiruk-pikuk dan kemacetan. Kota ini juga sangat asri dan memiliki banyak taman. Di sana juga terdapat danau yang begitu indah, bernama Danau Shurabil. Setelah melihat keindahan kota Ardabil, kini Muhammad mulai mengerti mengapa ramai orang Iran yang berwisata ke sana. Setelah makan malam, mereka pun segera kembali ke hotel dan esok paginya mereka berencana melanjutkan perjalanan ke desa Lahrud, sebuah desa eksotis di kaki Gunung Sabalan.