Sep 26, 2018 17:49 Asia/Jakarta

Barangkali anda juga masih ingat dengan pelajaran pekan lalu, Muhammad dan temannya, Said berniat melanjutkan perjalanannya dari Ardabil menuju Lahrud, sebuah desa eksotis di kaki gunung Sabalan.

Pagi ini, mereka bergerak menuju desa Lahrud untuk berkunjung ke rumah Ali dan kakeknya. Jalanan menuju desa indah di lereng gunung Sabalan penuh dengan tanjakan dan berkelok-kelok. Sesekali terlihat lelehan salju yang mencair mengaliri sungai-sungai kecil di sela-sela lereng pegunungan

Ali dan kakeknya telah lama menunggu kedatangan Muhammad dan Ramin. Namun tak seberapa lama kemudian mereka pun tiba di rumah Ali. Meski sudah sepuh, namun kakek Ali masih terlihat sangat bugar dan sehat. Ia juga seorang yang sangat ramah dan begitu gembira menyambut kedatangan sahabat Ali di rumahnya. Setelah menikmati santapan siang dan beristirahat, mereka berbincang-bincang tentang kondisi masyarakat desa Lahrud.

Sore harinya, mereka pergi ke kebun miliki kakek Ali. Apel kuning dan merah yang menggantung begitu segar benar-benar membuat Muhammad dan Said tergiur untuk memetiknya. Mereka berdua pun lantas memetik beberapa apel. Seperti diceritakan oleh kakek Ali, beberapa hari ini memang tengah masa panen apel. Muhammad dan Said pun sepakat untuk membantu Ali dan keluarganya memanen apel. Namun kakek menolak bantuan mereka karena dia tidak ingin merepotkan para tamunya.

Sembari berjalan-jalan di kebun, kakek menceritakan pengalaman di masa mudanya. Ia bercerita bahwa saat masih remaja ia pernah mendaki ke puncak gunung Sabalan. Sabalan adalah gunung berapi yang sedang tidak aktif. Di puncaknya terdapat kaldera besar yang membentuk beberapa danau. Sesekali, Muhammad melihat rombongan wisatawan yang tengah berkunjung ke Desa Lahrud dan berniat hendak pergi ke puncak gunung Sabalan.

Rekan setia sebelum kita simak percakapan Muhammad dan kakek Ali, terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosa kata penting berikut ini:

Pedar bozorg

پدر بزرگ Kakek

Khoush be haletan

خوش به حالتان Beruntung kamu, berbahagilah kamu

Rusta

روستا Desa

Bes-yar

بسیار Sangat

Ziba

زیبا Indah

Inja

اینجا Di sini

Tabestan

تابستان Musim panas

Zemestan

زمیستان Musim dingin

Qashang

قشنگ Indah

Kheyli

خیلی Sangat

Sard

سرد Dingin

Qolleh

قله Puncak

Sabalan

سبلان Sabalan

Shoma rafteh-id

شما رفته اید Anda pergi

Cheqadr

چقدر Berapa

Vaqti

وقتی Sewaktu

Javan

جوان Muda, pemuda

Man budam

من بودم Saya

Dust

دوست Teman

Dustan

دوستان Teman-teman

Ba dustanam

با دوستانم Dengan teman-temanku

Yek bar

یک بار Sekali

Daryacheh

دریاچه Danau

Ma raftim

ما رفتیم Kami pergi

Koja?

کجا؟ Di mana?

Kuh

کوه Gunung

Atashfeshan

آتشفشان gunung berapi

Cand hast

چند هست Ada berapa

Tourist

توریست Wisatawan

Mosafer

مسافر Musafir

Inha

اینها Ini

Tafrih

تفریح Bersenang-senang, berwisata

Kouhnavardi

کوهنوردی Mendaki gunung

Kheyli

خیلی Sangat

Ali

عالی Asyik sekali

Varzeshkar

ورزشکار Olahragawan

Pas

پس Kalau begitu

Shoma budid

شما بودید Anda

Alan

الان Sekarang

Man varzesh mikonam

من ورزش می کنم Saya berolahraga

Abe garm

آب گرم Air panas

Shabil

شبیل Shabil (nama sumber air panas)

Man shenidam

من شنیدم Saya mendengar

Sarein

سرعین Sarein (nama kota)

Dour

دور Jauh

Anha mi-ayand

آنها می آیند Mereka datang

Maruf

معروف Terkenal

Beravid

بروید Pergilan kalian

Hatman

حتما Pasti

Ma miravim

ما می رویم Kami pergi

 

Rekan setia, kini kami ajak Anda ke kebun dan menyimak langsung percakapan Muhammad dan kakek Ali.

Muhammad

Kakek! Beruntung sekali Anda. Desa Anda sangat indah.

Kakek

Di sini sewaktu musim panas sangat indah. Tapi di waktu musim dingin sangat dingin.

Muhammad

Anda pernah pergi ke puncak Sabalan? Puncak gunung ini begitu indah!

Kakek

Sewatu saya masih muda. Saya pernah pergi sekali ke danau bersama teman saya.

Muhammad

Di mana danaunya?

Kakek

Sabalan itu gunung berapi. Di puncaknya terdapat danau.

Muhammad

Asyik sekali. Kalau begitu Anda seorang olahragawan?

Kakek

Iya. Saya sekarang juga (terus) berolahraga dan pergi ke (sumber) air panas Shabil.

Muhammad

Saya dengar ada beberapa (sumber) air panas di kota Sarein.

Kakek

Iya. Baik di Sarein maupun di desa sini juga terdapat beberapa (sumber) air panas. (Sumber) air panas Shabil tidak begitu jauh.

Muhammad

Di sini wisatawan dan musafir banyak sekali. Mereka datang untuk berwisata dan mendaki gunung?

Kakek

Iya. Sabalan dan (sumber) air panas di sini sangat terkenal. Pergilah ke (sumber) air panas bersama-sama.

Muhammad

Pasti. Kami akan pergi ke (sumber) air panas bersama Said dan Ali.

 

Rekan setia, pecinta bahasa Persia, mari kita simak ulang percakapan tadi. Dan seperti biasanya kali ini tanpa terjemahan!

[dialog]

Sambil mengelilingi kebun, Kakek dan Muhammad terus berbincang-bincang mengenai Gunung Sabalan dan beragam tema menaik lainnya. Kakek bercerita, Gunung Sabalan memiliki beberapa puncak gunung yang selalu diselimuti salju. Dia juga bercerita, danau di puncak Gunung Sabalan sering kali membeku dan hanya di musim panas saja, es di sana mencair.

Meski di kawasan Gunung Sabalan termasuk daerah yang sangat dingin, namun di sana banyak terdapat sumber air panas. Banyak sekali wisatawan domestik maupun luar negeri yang berkunjung ke sana. Sumber air panas di sana juga biasa dimanfaatkan untuk keperluan terapi kesehatan. Kota Sarein yang terletak tak begitu jauh dari kota Ardabil, memiliki sedikitnya 12 sumber mata air.

Muhammad dan Said tinggal di desa Lahrud selama dua hari. Selama tinggal di sana, mereka juga sempat pergi ke Sarein. Meski kota ini terbilang kecil, namun memiliki fasiliras akomodasi dan hotel yang besar dan banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Liburan kali ini benar-benar perjalanan yang sangat menyenangkan bagi Muhammad karena kali ia bisa mengenal beberapa kawasan wisata baru di Iran yang sangat eksotis. Insyaallah Anda suatu hari nanti juga bisa berwisata ke Iran.