Sep 29, 2018 13:11 Asia/Jakarta

Dalam pelajaran yang lalu, kita telah mengenal bersama bagaimana tradisi pelepasan jamaah haji di Iran. Dan sebagaimana janji kami sebelumnya, kali ini kami ajak Anda untuk mengenal bagaimana tradisi masyarakat Iran saat menyambut kedatangan jamaah haji dari tanah suci Mekah.

Ketika rombongan haji telah tiba, sebagian kalangan keluarga dan sahabat dekat menyambut kedatangan mereka di bandara dengan membawa rangkaian bunga dan beragam jenis kue. Sementara sebagian lagi menunggu kedatangan haji di rumah. Ketika haji tiba di rumahnya, keluarga yang menyambut pun segera menyembelih kambing atau sapi yang dikorbankan tepat di hadapan sang haji. Bersamaan dengan itu, dilantunkan kidung-kidung puisi mengenai perjalanan haji dan panjatan doa. Tradisi pembacaan puisi dan doa ini biasa disebut dengan Chavoushi.

Setelah itu, seluruh keluarga dan sahabat haji berkumpul berbagi cerita. Sang haji pun menceritakan bagaimana pengalaman perjalanan ibadahnya selama di tanah suci. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana tradisi penyambutan haji di Iran, ada baiknya jika kita simak percakapan Hamid dan Muhammad berikut ini. Namun sebelum itu seperti biasa kita pelajari dulu beberapa kosa kata penting.

Tou midani

تو می دانی Kamu tahu

Midanam

می دانم Saya tahu

Safar

سفر Perjalanan

Haj

حج Haji

Haji

حاجی Pelaku haji

Makkeh

مکه Mekah

Mohem

مهم Penting

Iraniha

ایرانی ها Orang-orang Iran

Anha

آنها Mereka

Dust darand

دوست دارند Mereka suka

Vaqti

وقتی Ketika

U miayad

او می آید Dia datang

Famil

فامیل Sanak saudara

Dustan

دوستان Kawan-kawan

Foroudgah

فرودگاه Bandara

Anha miravand

آنها می روند Mereka datang

Pas

پس Kalau begitu

Raftan

رفتن Pergi

Bargashtan

برگشتن Kembali

Dorost ast?

درست است؟ Benarkah?

U miravad

او می رود Dia pergi

Barayesh

برایش Untuknya

Anha mikoshand

آنها می کشند Mereka menyembelih

Anha qorbani mikonand

آنها قربانی می کنند Mereka berkorban

Che kesani

چه کسانی Siapa saja

Afrad

افراد Orang-orang

Khanevadeh

خانواده Keluarga

Anha mikharand

آنها می خرند Mereka membeli

Be- in-tartib

به این ترتیب Dengan demikian, kalau begitu

Hameh

همه Semua

Didan

دیدن Mengunjungi

Hameh miravand

همه می روند Semua pergi

Badaz

بعد از Setelah

Khaneh

خانه Rumah

Kheyli sholough

خیلی شلوغ Sangat ramai

Yeki

یکی Satu

Du hafteh

دو هفته Dua minggu

Mehman

مهمان Para tamu

U darad

او دارد Dia punya

Mehmani

مهمانی Perjamuan tamu

Rasmi

رسمی Resmi

Sham

شام Makan malam

Nahar

نهار Makan siang

U davat mikonad

او دعوت می کند Dia mengundang

 

Hamid

Kamu tahu bukan perjalanan haji bagi orang-orang Iran sangat penting.

Muhammad

Iya, aku tahu orang-orang Iran sangat suka pergi naik haji.

Hamid

Ketika haji tiba dari Mekah, sanak saudara dan para sahabat datang menyambut kedatangannya.

Muhammad

Kalau begitu, untuk melepas kepergian haji ataupun menyambut kedatangannya mereka juga pergi ke bandara. Apa benar?

Hamid

Iya, mereka juga menyembelih kambing untuk haji setibanya di rumah.

Muhammad

Siapa saja yang melakukan pekerjaan ini?

Hamid

Keluarga dan sanak saudara membeli kambing dan mengorbankannya untuk haji.

Muhammad

Kalau begitu seluruh sahabat dan sanak saudara pergi mengunjungi haji.

Hamid

Iya. Semua sahabat dan saudara mengunjungi haji.

Muhammad

Kalau begitu setelah naik haji, rumah haji ramai sekali.

Hamid

Iya. selama satu-dua minggu dia memiliki banyak tamu.

Muhammad

Mereka juga menggelar perjamuan resmi?

Hamid

Iya, beberapa hari setelah datang dari haji, haji mengundang semuanya dengan jamuan makan malam dan siang.

 

Rekan setia, seperti biasanya mari kita simak ulang percakapan Muhammad dan Hamid, namun kali ini tanpa terjemah

[dialog]

Hamid terus menceritakan bagaimana tradisi penyambutan jamaah haji di Iran kepada Muhammad. Ia juga menceritakan pengalaman haji ayah dan ibunya ketika pergi ke Tanah Suci. Ia bercerita, pada saat kedua orang tuanya tiba di Tehran dari ibadah haji, seluruh sanak saudara dan sahabat menghadiahkan bunga dan bingkisan kue. Paman dan kakaknya pun membeli dan menyembelihkan kambing untuk ayah dan ibu Hamid.

Waktu itu banyak sekali tamu yang berdatangan ke rumahnya. Ayah Hamid pun memberikan oleh-oleh berupa minyak wangi dan tasbih kepada para tamu sebagai kenang-kenangan dari haji. Empat hari kemudian, kedua orang tua Hamid menggelar perjamuan resmi di sebuah gedung di dekat rumahnya dengan mengundang seluruh sanak keluarga dan sahabat.

Hamid dan Muhammad pun berharap sekali suatu hari nanti bisa pergi ke baitullah untuk menunaikan ibadah haji.