Sep 30, 2018 13:53 Asia/Jakarta

Hari ini, Muhammad sedang pergi ke rumah temannya, Hamid. Ia kini tengah menikmati teh hangat dan makanan ringan bersama hamid. Sambil mengobrol, Hamid menunjukkan sebuah kartu undangan bergambar Masjidil Haram dan Ka’bah kepada Muhammad. Ia bercerita ia mendapat kartu undangan itu dari Said.

Kebetulan tiga hari lalu, orang tua Said baru tiba dari ibadah haji. Sudah menjadi tradisi lama bagi masyarakat Iran untuk menggelar acara tasyakuran bagi mereka yang baru tiba dari tanah suci. Biasanya mereka mengundang sanak keluarga dan para sahabatnya ke sebuah gedung untuk menikmati jamuan makan siang atau malam. Tak ketinggalan, para tamu juga memberikan hadiah bagi haji. Karena itu, Said juga mengundang teman-temannya, termasuk Muhammad dan Hamid untuk datang ke acara tasyakuran haji kedua orang tuanya yang baru datang dari Mekkah. 

Rekan setia, seperti biasanya sebelum kita simak percakapan Muhammad dan Hamid, terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosa kata penting berikut ini:

In chist?

این چیست؟ Ini apa?

Karte davat

کارت دعوت Kartu undangan

Mehmani

مهمانی Bertamu, jamuan

U davat kardeh-ast

او دعوت کرده است Dia mengundang

Anha davat kardeh-and

آنها دعوت کرده اند Mereka mengundang

Anha amadeh-and

آنها آماده اند Mereka datang
Pedar پدر

Ayah

Madar

مادر Ibu

Talar

تالار Gedung

Kheyaban

خیابان Jalan

Bahar

بهار Nama jalan, musim semi

Kheyli

خیلی Sangat

Dur

دور Jauh

Hadiyeh

هدیه Hadiah

Ma mibarim

ما می بریم Kita membawa

Ma bayad bebarim

ما باید ببریم Kita harus membawa

Mamolan

معمولا Biasanya

Mehman

مهمان Tamu

Haji

حاجی Haji

Anha mibarand

آنها می برند Mereka membawa

Tou kharideh-i

تو خریده ای Kamu membeli

Chizi

چیزی Sesuatu

Man midanam

من می دانم Saya tahu

Emrouz

امروز Hari ini

Kharid

خرید Membeli

Bazar

بازار Pasar

U miravad

او می رود Dia pergi

Khub

خوب Baiklah, baguslah

Farda

فردا Besok

Subh

صبح Pagi

Man mikharam

من می خرم Saya membeli

Ma miravim

ما می رویم Kami pergi

Ma mikhahim beravim

ما می خواهیم برویم Kami ingin pergi

Lotfan

لطفا Tolong, mohon

Areh

آری Iya

Qablaz

قبل از Sebelum

Raftan

رفتن Pergi

Telfon bezan

تلفن بزن Teleponlah

 

Rekan setia, pecinta bahasa Persia selanjutnya mari kita simak bersama percakapan Muhammad dan Hamid.

Muhammad

Ini apa? Kartu undangan?

Hamid

Iya, ini kartu undangan. Said mengundang kamu pergi ke acara jamuan.

Muhammad

Untuk jamuan haji?

Hamid

Iya, ayah dan ibu Said baru tiba dari Mekkah dan mereka mengundang semuanya.

Muhammad

Acara jamuannya di mana?

Hamid

Acara jamuannya di sebuah gedung di jalan Bahar.

Muhammad

Tidak terlalu jauh, apakah kita harus membawa hadiah?

Hamid

Iya, biasanya para tamu membawa hadiah untuk haji.

Muhammad

Apakah kamu telah membeli sesuatu?

Hamid

Tidak, tapi aku tahu ibuku hari ini pergi ke pasar membeli hadiah.

Muhammad

Baiklah, aku besok pagi juga akan membeli sesuatu.

Hamid

Apa kamu ingin kita pergi ke jamuan bersama-sama?

Muhammad

Iya. Tolong sebelum pergi teleponlah aku.

 

[dialog]

Esoknya, Muhammad dan Hamid pergi bersama-sama ke gedung pertemuan. Di sana tampak ramai sekali penuh dengan tamu undangan. Tamu lelaki dan perempuan ditempatkan secara terpisah. Muhammad dan Hamid pun menghampiri Said dan kedua orang tuanya untuk beramah-tamah sejenak kemudian bergabung bersama teman-teman mereka lainnya dalam satu meja.

Melihat banyaknya tamu yang diundang, Muhammad pun menjadi keheranan. Ia pun bertanya kepada Hamid, apakah di Iran acara tasyakuran haji biasa digelar semacam ini. Dengan tersenyum Hamid menjawab, memang demikianlah tradisi di Iran. Setelah selesai menikmati santap malam, kedua orang tua Said membagikan hadiah berupa oleh-oleh dari Mekkah untuk para tamu.