Okt 01, 2018 11:02 Asia/Jakarta

Insyaallah dalam pelajaran kali ini dan dua seri pelajaran mendatang, kami ajak Anda untuk mengenal kota kuno Neyshabur yang terletak di timur laut Iran. Di masa lalu, kota ini merupakan kota besar dan pusat kebudayaan penting di Iran. Namun pada masa invasi tentara Mongol pada abad ke-13, nasib Neyshabur sebagaimana kota-kota di timur Iran lainnya, hancur rata dengan tanah. Lebih dari sejuta jilid buku turut dibakar oleh tentara Mongol.

Meski demikian, hingga kini masih banyak situs sejarah dan peninggalan purbakala yang bisa kita temukan di kota Neyshabur dan sekitarnya. Kota ini juga terkenal sebagai penghasil batu pirus (turquise). Karena itu tak heran jika di sekitar Neyshabur banyak terdapat pusat-pusat penambangan batu pirus. Batu pirus Neyshabur terkenal sebagai batu pirus terbaik dan paling langka di dunia.

Kebetulan Muhammad dan temannya, Ramin berencana  pergi liburan ke Neyshabur. Dan kali ini, mereka tengah mengenderai sebuah bus sambil berbincang-bincang mengenai kota Neyshabur. Namun seperti biasa, sebelum kita simak percakapan Muhammad dan Ramin, terlebih dahulu kita pelajari beberapa kosakata penting berikut:

Khoushal

خوشحال Senang

Otoubus

اتو بوس Bus

Ma safar mikonim

ما سفر می کنیم Kita bepergian

Rousta

روستا Desa

Roustaha

روستاها Desa-desa

Ja

جا Tempat

Jaha

جا ها Tempat-tempat

Ziba

زیبا Indah

Ma mibinim

ما می بینیم Kita lihat

Ma mitavanim bebinim

ما می توانیم ببینیم Kita bisa lihat

Jadeh

جاده Jalan

Tehran

تهران Tehran

Neyshabur

نیشابور Neyshabur

Qashang

قشنگ Indah

Kami kaviri

کمی کویری Sedikit bergurun

Masjed

مسجد Masjid

Masjed-ha

مسجد ها Masjid-masjid

Restouran

رستوران Restoran

Restouran-ha

رستوران ها Restoran-restoran

Ziyadi

زیادی Banyak

Man mibinam

من می بینم Saya melihat

Dorost ast

درست است Betul

Chun

چون Karena

Mashin

ماشین Mobil

Mashin-ha

ماشین ها Mobil-mobil

Anha harakat mikonand

آنها حرکت می کنند Mereka bergerak

Masir

مسیر Jalur, jalan

Badaz zohr

بعد از ظهر Setelah Zuhur

Ma miresim

ما می رسیم Kita sampai

Hudude

حدود Sekitar

Saat

ساعت Pukul, jam

Ma mitavanim beravim

ما می توانیم برویم Kita bisa pergi

Bazar

بازار Pasar

Masjed jami

مسجد جامع Masjid jami

Hatman

حتما Pasti

Hotel

هتل Hotel

Aval

اول Awal

Ma esterahat mikonim

ما استراحت می کنیم Kita istirahat

Bad

بعد Setelah

Ma miravim

ما می رویم Kita pergi

Kami

کمی Sedikit, sebentar

Ma gardesh mikonim

ما گردش می کنیم Kita berkeliling/jalan-jalan

Behtarin

بهترین Terbaik

Soughat

سوغات Oleh-oleh

Chist

چیست Apa

Sang

سنگ Batu

Firouzeh

فیروزه Pirus

Donya

دنیا Dunia

Kheyli

خیلی Sangat

Geran

گران Mahal

Nesbatan

نسبتا Relatif

Arzan

ارزان Murah

Man dust daram

من دوست دارم Saya suka

Angoshtar

انگشتر Cincin

Man mikharam

من می خرم Saya membeli

Man dust daram bekharam

من دوست دارم بخرم Saya ingin membeli

 

Rekan setia, kini kita simak bersama percakapan Muhammad dan Ramin:

Muhammad

Aku senang kita bisa bepergian dengan bus. Kita bisa melihat desa-desa dan tempat-tempat yang indah.

Ramin

Iya. Jalan Tehran-Neyshabur memang indah. Sedikit bergurun.

Muhammad

Aku lihat banyak masjid dan restoran di jalan.

Ramin

Betul. Karena banyak mobil yang bergerak di jalan ini. Ada banyak banyak masjid dan restoran di sepanjang jalan.

Muhammad

Kita sampai di Neyshabur setelah Zuhur?

Ramin

Iya. Sekitar jam 3.

Muhammad

Malam ini kita bisa pergi ke pasar dan masjid jami Neyshabur?

Ramin

Pasti. Pertama kita istirahat dulu ke hotel. Setelah itu kita shalat di masjid jami dan jalan-jalan sebentar ke pasar.

Muhammad

Oleh-oleh terbaik dari Neyshabur apa?

Ramin

Batu pirus. Pirus Neyshabur pirus terbaik dunia.

Muhammad

Apakah pirus sangat mahal?

Ramin

Tidak. Batu biru yang sangat indah ini relatif murah.

Muhammad

Aku ingin sekali membeli sebuah cincin pirus.

 

Rekan setia, seperti biasa mari kita pelajari kembali percakapan tadi. Namun kali ini tanpa terjemah! Simaklah baik-baik!

[dialog]

Muhammad dan Ramin menikmati makan siang di sebuah restoran di tengah jalan. Di dekat restoran terdapat sebuah taman kecil dan masjid yang indah. Setelah makan dan shalat, mereka pun berjalan-jalan sejenak di sekitar restoran hingga menunggu panggilan sopir bus untuk melanjutkan kembali perjalanan.

Sekitar jam 3 siang, Muhammad dan Ramin tiba di kota Neyshabur. Sesudah istirahat sebentar di hotel, mereka shalat ke masjid jami. Dinding masjid yang didominasi lapisan keramik berwarna biru dan arsitektur bangunannya yang begitu indah, benar-benar memukau Muhammad. Selesai shalat, mereka lantas berjalan-jalan ke pasar tradisional Neyshabur.

Pasar kuno ini sebenarnya merupakan kompleks pertokoan yang menjual pelbagai jenis barang. Ramin dan Muhammad melihat-lihat beberapa toko yang menjual batu pirus dan batu permata lainnya. Di sana Muhammad akhirnya membeli juga sebuah cincin pirus yang begitu indah.

Setelah banyak mengunjungi berbagai kota di Iran, Muhammad kini mulai mengetahui bahwa sebagian besar kota-kota di Iran selalu memiliki bangunan masjid jami dan pasar tradisional. Karena itu setiap wisatawan yang berkunjung ke Iran selalu menjadikan masjid jami dan pasar tradisional sebagai salah satu tujuan wisata yang patut dikunjungi. Insyaallah, rekan setia sekalian bisa berlibur ke Iran suatu hari nanti.