Okt 04, 2018 14:43 Asia/Jakarta

Seperti yang kita ketahui bersama, Ramin dan Muhammad saat ini tengah berlibur di kota Neyshabur. Selama di sana, mereka berkunjung ke sejumlah situs sejarah seperti makam Attar Neyshaburi, Omar Khayyam, dan Kamalol-Molk.

Selama di sana mereka juga berbincang-bincang tentang dua penyair dan sufi terkenal Iran, Attar Neyshaburi dan Omar Khayyam. Attar adalah penyair dan sufi besar yang gugur syahid dibunuh oleh pasukan Mongol. Sementara Omar Khayyam adalah seorang penyair sekaligus pakar astronomi yang menyusun sistem penanggalan Iran. Hingga kini sistem penanggalan tersebut masih dipakai dan terbilang sebagai sistem penanggalan dengan tinggkat ketelitian tertinggi.

Saat ini, Ramin dan Muhammad tengah berada di sebuah warung kopi yang terletak tak jauh dari kompleks makam. Kini mari kita simak bersama percakapan mereka berdua. Namun sebelum itu kita pelajari dulu beberapa kosa kata penting berikut ini:

Bagh

باغ Kebun

Bes-yar

بسیار Sangat

Ziba

زیبا Indah

Aramgah

آرامگاه Makam

Kamalol-molk

کمال الملک Kamalol-molk, nama pelukis terkenal Iran

Didani

دیدنی Menarik, indah

Midani?

می دانی؟ Kamu tahu?

Man fekr mikonam

من فکر می کنم Saya pikir

Naqqash

نقاش Pelukis

Naqqashan

نقاشان Para pelukis

Dorost ast?

درست است؟ Benarkah?

Behtarin

بهترین Terbaik

Hodoude

حدود Sekitar

Hashtad

هشتاد Delapan puluh

Sal

سال Tahun

Pish

پیش Sebelum

U dar gozasht

او درگذشت Dia wafat

Ahle Neyshabur

اهل نیشابور Orang Neyshabur

Kashan

کاشان Kashan

Kashani

کاشانی Orang Kashan

Noujavani

نوجوانی Remaja

U raft

او رفت Dia pergi

Sepas

سپس Kemudian

Az anja

از آنجا Dari sana

Oroupa

اروپا Eropa

Amouzesh

آموزش Pendidikan, belajar

U amad

او آمد Dia datang

Modir

مدیر Pimpinan, kepala

Madreseh

مدرسه Sekolah

Honari

هنری Kesenian

U shod

او شد Dia (menjadi)

Chera?

چرا؟ Kenapa?

Chun

چون Karena

Pir

پیر Tua

Senn-e piri

سن پیری Usia tua

Omr

عمر Umur

Payan-e omr

پایان عمر Akhir umur

Dar inja

در اینجا Di sini

Zendegi

زندگی Kehidupan

U zendegi kard

او زندگی کرد Dia hidup

Tablou

تابلو Lukisan

Tablou-ha

تابلو ها Lukisan-lukisan

Mouzeh

موزه Museum

Mouzehha

موزه ها Museum-museum

Mokhtalef

مختلف Beragam

Iran

ایران Iran

Kharej

خارج Luar

Kesvarhay-e kharej

کشورهای خارج Mancanegara

 

Rekan setia kini kami ajak Anda untuk menyimak percakapan Ramin dan Muhammad.

Muhammad

Taman ini indah sekali. Makam Kamalol-Molk juga menarik.

Ramin

Kamu tahu siapa itu Kamalol-Molk?

Muhammad

Setahu aku dia adalah seorang pelukis, benarkan?

Ramin

Iya. Dia adalah pelukis terbaik Iran. Dia wafat sekitar 80 tahun lalu.

Muhammad

Dia orang Neyshabur?

Ramin

Tidak. Kamalol-Molk orang Kashan. Waktu remaja, ia pergi ke Tehran, kemudian dari sana pergi ke Eropa.

Muhammad

Dia ke Eropa untuk belajar melukis?

Ramin

Iya. Setelah itu dia datang ke Iran dan menjadi pimpinan sekolah seni.

Muhammad

Mengapa makamnya di Neyshabur?

Ramin

Karena waktu di usia tua, dia datang ke Neyshabur dan hidup di sana hingga di akhir usianya.

Muhammad

Lukisan-lukisannya juga ada di Neyshabur?

Ramin

Tidak. Lukisan-lukisan dia ada di berbagai museum Iran dan mancanegara.

 

Rekan setia, seperti biasa mari kita simak kembali percakapan tadi tanpa terjemah.

[dilaog]

Ramin dan Muhammad masih terus melanjutkan perbincangannya mengenai Kamalol-Molk dan seni lukis di Iran. Sore hari, mereka pergi ke Masjid Chubi atau Masjid Kayu. Masjid ini merupakan masjid pertama di dunia yang terbuat dari kayu dan terletak tak jauh dari kota Neyshabur. Dari jauh, bangunan masjid tersebut seperti kapal terbalik. Sekitar 40 ton kayu digunakan untuk membangun masjid tersebut.  

Setelah mengungjungi Masjid Kayu, Ramin dan Muhammad mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik lainnya. Esok harinya, mereka kembali ke Tehran dengan menggunakan kereta api. Bagi Muhammad liburan ke Neyshabur kali ini sungguh berkesan dan merupakan pengalaman yang menarik. Insyaallah suatu hari nanti, rekan setia juga bisa berkunjung ke Iran dan mampir ke kota cantik Neyshabur.