Lintasan Sejarah 2 November 2018
-
2 November 2018
Hari ini, Jumat tanggal 2 November 2018 yang bertepatan dengan tanggal 23 Shafar 1440 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Rekan setia, kini mari kita tinjau peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Syeikh Agha Najafi Isfahani Meninggal
139 tahun yang lalu, tanggal 23 Shafar 1301 HQ, Syeikh Muhammad Baqir Agha Najafi Isfahani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia.
Beliau dilahirkan pada tahun 1234 Hijriah dan setelah menyelesaikan pendidikan di berbagai bidang keilmuan agama di kota Isfahan, Iran, Agha Najafi melanjutkan pendidikan ke kota Najaf, Irak.
Sepulang dari Najaf, Agha Najafi tinggal di kota Isfahan dan di kota itu, selain mengajar agama, beliau juga aktif dalam menegakkan kebenaran dan menentang kemungkaran di tengah masyarakat. Agha Najafi meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul "Lubbul-Fiqh" dan "Lubbul-Ushul".
Sharif Hussein menjadi Penguasa Arab
102 tahun yang lalu, tanggal 2 November 1916, Sharif Hussein, penguasa kota Mekah dan Madinah mengangkat dirinya sebagai Raja Arab.
Sejak 5 Juni tahun itu, atas provokasi Inggris, dia memulai perlawanan terhadap pemerintahan Imperium Ottoman. Saat itu, Ottoman juga tengah berperang melawan pasukan Sekutu dalam Perang Dunia Pertama.
Inggris menjanjikan kepada Sharif Hussein bahwa setelah perang, dia akan diangkat sebagai raja Arab. Namun, kemudian Inggris melanggar janjinya kepada Sharif Hussein dan mendukung dinasti Saud untuk menguasai tanah Arab. Untuk menutupi muka karena telah mengingkari janji, Inggris mengangkat anak-anak Sharif Hussein menjadi raja di Irak dan Yordania yang saat itu merupakan koloni Inggris.
Ayatullah Sayid Reza Sadr Wafat
24 tahun yang lalu, tanggal 11 Aban 1373 HS, Ayatullah Sayid Reza Sadr meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Tehran dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah Qom.
Ayatullah Sayid Reza Sadr lahir pada 1299 HS dalam keluarga ulama di Mashad, Iran. Ayahnya adalah Ayatullah al-Udzma Sayid Sadr ad-Din Sadr, ulama dan marji besar di masanya. Setelah meninggalnya Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi, ayahnya bersama dua marji mengelola Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Sayid Reza Sadr kakak dari Imam Musa Sadr, pemimpin Syiah Lebanon.
Sayid Reza belajar pendahuluan ilmu agama dan tingkat menengah di Mashad dan ketika berusia 25 tahun, ia mengikuti ayahnya ke Hauzah Ilmiah Qom. Selama di kota ini, Sayid Reza belajar kepada guru-guru besar seperti Sayid Shihab ad-Din Marashi Najafi, Sayid Mohammad Mohaghegh Damad, Sayid Hassan Sadr, Sayid Mohammad Hojjat Kouhkamareh-i, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu Sayid Reza mengajar tingkat mujtahid sejak berusia 40 tahun.
Ayatullah Sayid Reza Sadr menguasai ilmu rasional dan tekstual seperti tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqih, teologi, sejarah, sastra Arab dan Persia, filsafat, akhlak dan irfan. Ia juga menguasai bahasa Perancis dan Inggris. Sayid Reza dikenal dengan kemampuan hafalannya yang luar biasa, sekaligus ulama yang zuhud, rendah hati, tapi berani berbicara disertai tulisan yang menarik.
Sebagian karya ilmiah Sayid Reza Sadr seperti Ijtihad wa Taqlid, Tafsir Surat al-Hujurat, Quran Shenasi, Banuye Karbala dan puluhan buku lainnya.