Okt 22, 2019 10:44 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 22 Oktober 2019
    Lintasan Sejarah 22 Oktober 2019

Hari ini, Senin, 22 Oktober 2019 bertepatan dengan 23 Shafar 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Shahrivar 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Syeikh Agha Najafi Isfahani Meninggal

 

140 tahun yang lalu, tanggal 23 Shafar 1301 HQ, Syeikh Muhammad Baqir Agha Najafi Isfahani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia.

 

Beliau dilahirkan pada tahun 1234 Hijriah dan setelah menyelesaikan pendidikan di berbagai bidang keilmuan agama di kota Isfahan, Iran, Agha Najafi melanjutkan pendidikan ke kota Najaf, Irak.

 

Sepulang dari Najaf, Agha Najafi tinggal di kota Isfahan dan di kota itu, selain mengajar agama, beliau juga aktif dalam menegakkan kebenaran dan menentang kemungkaran di tengah masyarakat. Agha Najafi meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul "Lubbul-Fiqh" dan "Lubbul-Ushul".

pemerintahan Mossadegh di Iran

 

Pemutusan Hubungan Diplomatik Inggris-Iran

 

67 tahun yang lalu, tanggal 30 Mehr 1331HS, Dokter Hossein Fatimi, Menteri Luar Negeri Iran di masa pemerintahan Perdana Menteri Mosaddegh, mengumumkan pemutusan hubungan politik antara Iran dan Inggris.

 

Setelah disahkan oleh Kabinet, keputusan pemutusan hubungan itu diserahkan kepada Kuasa Usaha Inggris di Tehran.

 

Doktor Fatimi menyatakan bahwa alasan pemutusan hubungan Tehran-London ini dikarenakan Inggris tidak memenuhi keinginan bangsa Iran yang menyangkut hak-hak Iran, di antaranya dalam masalah nasionalisasi kilang minyak. Ia juga mengingatkan pemerintah London agar mengubah sikap politiknya terhadap Tehran.

 

Rencana Serangan ke Mesir


63 tahun yang lalu, tanggal 22 Oktober 1956, Perdana Menteri Perancis, Inggris, dan rezim Zionis, dalam sebuah sidang rahasia di Perancis, membahas rencana serangan mereka ke Mesir.

 

Setelah presiden mesir, Gamal Abdul Naser, mengumumkan nasionalisasi terusan Suez pada tahun 1956, Perancis dan Inggris berniat menduduki terusan itu demi mempertahankan kepentingan ilegal mereka di sana. Di sisi lain, rezim Zionis yang memandang mesir sebagai musuh terbesarnya di dunia Arab, berusaha menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Mesir.

 

Seminggu setelah sidang rahasia itu, ketiga negara tersebut menyerang Mesir. Namun, serangan ini gagal untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan.[]