Yasin, Jet Latih Canggih Buatan Iran
Militer Republik Islam Iran meluncurkan jet pelatihan buatan dalam negeri, Yasin di Pangkalan Udara Shahid Nojeh di Provnsi Hamedan, sebelah barat negara itu pada hari Kamis, 17 Oktober 2019.
Acara peresmian dihadiri oleh Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami, Komandan Angkatan Udara Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, dan Wakil Presiden untuk Sains dan Teknologi Sorena Sattari.
Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan, jet latih Yasin yang diproduksi dalam negeri Iran telah membuktikan ketidakefektifan sanksi Amerika Serikat terhadap negara ini.
"Jet tempur canggih yang diproduksi oleh para ahli dalam negeri ini menyampaikan pesan yang jelas kepada arogansi global bahwa sanksi tidak berpengaruh pada Republik Islam Iran," kata Hatami.
Menurutnya, Yasin yang dikembangkan di dalam negeri akan mempercepat siklus produksi kekuatan penerbangan dalam aspek industri.
"Pengembangan jet tempur Yasin telah memberikan kondisi yang tepat untuk mewujudkan tujuan Ekonomi Muqawama (perlawanan) dengan fokus pada peningkatan produksi dalam negeri seperti yang ditekankan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam," pungkasnya.
Setelah lulus dalam uji coba terakhirnya, Yasin melakukan penerbangan formal pertamanya pada Kamis pagi atas perintah Brigjen Nasirzadeh.
Yasin memiliki panjang 12 meter, tinggi 4 meter dan berat, 5,5 ton serta mampu terbang pada ketinggian maksimum 12 km.
Sayap pesawat memiliki panjang lebih dari 10 meter dan memiliki luas permukaan 24 meter persegi sehingga memungkinkan jet ini untuk terbang dengan kecepatan 200 kilometer per jam.
Jet latih ini membutuhkan landasan pacu yang panjangnya hanya 700 meter dan menjadi salah satu pesawat latih terbaik di dunia.
Iran adalah salah satu dari sedikit pemegang teknologi penerbangan yang siap untuk berbagi kemampuan dengan negara lain. (RA)