Apr 29, 2020 10:06 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 29 April 2020
    Lintasan Sejarah 29 April 2020

Tanggal 10 Ordibehesht diperingati di Iran sebagai Hari Nasional Teluk Persia.

Teluk Persia merupakan teluk ketiga terbesar di dunia setelah Teluk Meksiko dan Teluk Hudson. Di masa lalu, teluk persia dikenal sebagai jalur utama perdagangan dunia dan jalur sutra laut. Dengan ditemukannya cadangan minyak yang begitu besar di negara-negara sekitar Teluk Persia dan Laut Oman kian menambah nilai penting dan strategis kawasan tersebut. Bahkan pada tahun 1904 Halford Mackinder, pakar geografi dan teorisian terkenal Inggris di bidang ilmu geo-politik menyebut Teluk Persia sebagai heartland atau jantung dunia.

 

Penamaan itu membuktikan betapa pentingnya posisi teluk persia sebagai urat nadi perdagangan dunia dan jalur strategis untuk mencapai salah satu kawasan terpenting dunia yaitu Timur Tengah. Sejatinya, penggunaan nama Teluk Persia, Teluk Fars atau Persian yang dicatat oleh sejarah sejak ribuan tahun lalu merupakan bukti lain akan adanya peradaban agung dalam sejarah peradaban dunia di sekitar wilayah tersebut.

 

Para pakar geologi meyakini bahwa sekitar 500 ribu tahun lalu, bentuk awal teluk persia terbentuk di pesisir daratan selatan Iran. dengan berjalannya waktu, Teluk Persia pun menemukan bentuknya yang sekarang setelah melewati beragam perubahan struktur internal dan eksternal bumi. Usia nama teluk persia begitu tuanya sampai-sampai sejumlah kalangan menyebut wilayah tersebut sebagai tanah kelahiran peradaban manusia.

 

Mulla Aliyari Tabrizi Lahir

 

205 tahun yang lalu, tanggal 5 Ramadan 1236 HQ, Mulla Aliyari Tabrizi, seorang ulama terkenal di kawasan Iran utara terlahir ke dunia.

 

Semasa hidupnya, Tabrizi dikenal sebagai orang yang sangat menguasai fiqh, ilmu hadits, puisi, sastra, filsafat, matematika, dan astronomi. Awalnya ia menuntut ilmu di hauzah ilmiah Najaf, Irak, dan berguru kepada para ulama besar di sana pada zaman itu, di antaranya Syaikh Murtadha Anshari dan Mirza Syirazi.

 

Setelah menimba ilmu di Najaf, Aliyari Tabrizi kembali ke Iran dan mengajarkan ilmu-ilmu yang didapatkannya dari Najaf itu di tanah airnya. Ia kemudian melahirkan sejumlah ulama terkenal.

 

Aliyari Tabrizi juga menulis sejumlah buku dengan berbagai macam tema. Kitab karya Tabrizi yang paling terkenal adalah "Dalail Al-Ahkam fi Syarhi Syara'i Al-Islam".

penjara Guantanamo

 

Penyiksaan di Guantanamo dan Abu Ghraib

 

16 tahun yang lalu, tanggal 29 April 2004, televisi CBS Amerika menayangkan film penyiksaan terhadap para tahanan Guantanamo dan Abu Ghraib, oleh tentara AS.

 

Dalam film dan foto-foto yang kemudian ditayangkan itu terbukti bahwa para sipir militer AS secara brutal menyiksa fisik dan mental para tahanan.


Terungkapnya aksi penyiksaan tersebut memicu kemarahan opini umum dunia dan menuai kecaman dari berbagai negara dan organisasi. Penyiksaan tahanan Irak di penjara Abu Ghraib, juga menyingkap kebohongan klaim Amerika soal upaya menegakkan demokrasi dan HAM di Irak.

 

Para pejabat tinggi Gedung Putih mengklaim bahwa mereka tidak mengetahui penyiksaan tersebut. Namun dari pengakuan para oknumnya, terkuak pula bahwa aksi tersebut diketahui bahkan sesuai instruksi pejabat Gedung Putih.[]