Aug 24, 2020 09:33 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 Agustus 2020

Hari ini, Senin 24 Agustus 2020 bertepatan dengan 4 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 3 Shahrivar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Abul Qasim Muhammad Baghdadi Meninggal

957 tahun yang lalu, tanggal 4 Muharam 485 HQ, Abul Qasim Muhammad Baghdadi, yang terkenal dengan nama Ibnu Naqiya, seorang penyair dan penulis terkenal dari Bagdad, meninggal dunia.

Abul Qasim Baghdadi dikenal karena syair-syairnya yang indah, penuh hikmah, dan menggunakan bahasa yang sederhana, yang dimuat dalam buku kumpulan syairnya yang berjudul Maqamaat.  Dalam buku ini, Ibnu Naqiya mengkritik kerusakan-kerusakan sosial dalam bentuk hikayat dan humor.

Ibnu Naqiya juga menulis buku lain berjudul "al-Jaman fi Tashbihaatil Quran" yang berisi penafsiran terhadap 226 ayat Al-Quran.

 

Perjuangan Tembok Ratapan Dimulai

91 tahun yang lalu, tanggal 24 Agustus 1929, dimulai perjuangan "Tembok Ratapan" di Baitul Maqdis, Palestina.

Tembok Ratapan terletak di bagian barat Masjid al-Aqsa, tempat Mikrajnya Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, masjid ini memiliki posisi penting dalam agama dan sejarah umat Islam.

Seminggu sebelum dimulainya perjuangan Tembok Ratapan ini, rezim Zionis dengan dukungan Inggris memulai gerakan melawan kaum Muslim dalam upaya untuk menduduki wilayah Palestina. Tindakan rezim Zionis inilah yang memacu timbulnya perjuangan Tembok Ratapan di Baitul Maqdis dan secara cepat meluas ke kota-kota lainnya.

Inggris kemudian memberlakukan pemerintahan militer di Palestina. Pasukan Zionis dan Inggris selama satu minggu berusaha memadamkan perlawanan rakyat Palestina. Akhirnya, setelah jatuh ratusan korban yang tewas dan luka-luka, perjuangan rakyat Palestina untuk sementara terhenti. Penguasa Inggris di Palestina kemudian mengadili lebih dari delapan ratus orang Palestina dan menghukum mereka.

 

Pasukan Sekutu Menduduki Iran

79 tahun yang lalu, tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, pasukan sekutu menduduki Iran.

Dalam Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu menduduki Iran. Pada tahun itu, kemajuan tentara Nazi yang cepat ke arah Soviet menyebabkan kekhawatiran yang besar dari AS, Perancis, dan Inggris. Karena jika Nazi berhasil menguasai Soviet, kepentingan Barat di Timur Tengah dan Timur Jauh berada dalam bahaya dan peluang  kemenangan Jerman akan semakin besar. Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk mengirimkan senjata dan biaya kepada Soviet melalui Iran.

Pada pagi hari tanggal 3 Shahrivar 1320 HS, Iran diserang lewat darat, laut, dan udara oleh tentara Soviet dan Inggris. Rezim despotik Shah Reza Khan yang berkuasa saat itu tidak berhasil melakukan perlawanan berarti, sehingga dua puluh hari kemudian, Tehran berhasil dikuasai oleh Inggris dan Soviet.

Berdasarkan kesepakatan London dan Moskow, Shah Reza  Khan digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke luar negeri. Anak Reza Khan kemudian diangkat sebagai penggantinya.