Lintasan Sejarah 27 Agustus 2020
Hari ini, Kamis 27 Agustus 2020 bertepatan dengan 7 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 6 Shahrivar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Umar bin Saad Larang Imam Husein Memanfaatkan Air Sungai Furat
1381 tahun yang lalu, tanggal 7 Muharam 61 HQ, Umar bin Saad melarang Imam Husein as dan rombongan memanfaatkan air sungai Furat.
Diriwayatkan lebih dari 30 ribu orang yang ikut dalam pasukan Umar bin Saad tercatat telah mengambil baju, senjata perang dan gaji dari pemerintah Bani Umayyah dan siap untuk berperang menentang Imam Husein as.
Umar bin Saad pada 7 Muharram 61 HQ kembali mendapatkan sebuah surat dari Ubaidillah bin Ziyad dengan isi sebagai berikut, "Usahakan pasukanmu untuk memisahkan antara Husein dan sahabat-sahabatnya dengan sungai Furat. Usahakan sedemikian rupa hingga tak ada setetes air pun yang sampai ke mereka, sebagaimana Utsman bin Affan dulu terhalangi dari air."
Kemudian Umar bin Saad menempatkan 500 pasukan penunggang kuda di sisi sungai Furat. Salahsatu dari mereka berteriak, "Husein! ... Demi Allah ... Engkau tidak akan meminum air ini walau setetes pun hingga kehausan merenggut nyawamu."
Imam Husein as berkata, "Ilahi!! Binasakan ia dengan kehausan dan jauhkan ia dari segala rahmat-Mu!"
Hamid bin Muslim mengatakan, aku melihat dengan mataku sendiri bahwa kutukan Imam Husein as betul-betul terlaksana.
Demikian Abu Abdillah Imam Husain as mengutuk pasukan musuh, "Ilahi! Tahanlah hujan-Mu dari mereka, ciptakan kesulitan dan kekeringan (sebagaimana tahun-tahun Yusuf), dan tempatkan budak Tsaqafi (Hajjaj bin Yusuf) untuk mereka supaya mereka merasakan pahitnya tegukan racun, dan ambilkan balas dendamku, para sahabatku, Ahlul Bait dan para Syiah-ku dari mereka."
Imam Khomeini Bolehkan Zakat Dipakai Perjuangan Anti Zionis
52 tahun yang lalu, tanggal 6 Shahrivar 1347 HS, Imam Khomeini bolehkan zakat dipakai untuk perjuangan anti Zionis.
Menyusul surat yang dikirim sejumlah pejuang Palestina kepada Imam Khomeini ra di Najaf, Irak tentang boleh tidaknya memanfaatkan sedekah seperti zakat, khumus dan lain-lainnya untuk mempersenjatai mereka melawan rezim penjajah Israel, pada 6 Sharivar 1347 HS, Imam membolehkan pemanfaatan itu.
Beliau dalam menjawab surat itu mengatakan, "Karena kemungkinan bahaya yang ada mengancam Islam, maka wajib kepada negara Islam dan seluruh umat Islam untuk memusnahkan sumber kefasadan ini dengan segala cara dan tidak boleh berhenti membantu para pejuang ini."
Di bagian lain dari jawabannya beliau mengatakan, "Boleh memanfaatkan zakat dan sedekah lainnya untuk masalah penting dan vital ini."
Dengan mencermati kondisi hauzah Najaf dan sejarahnya, ini termasuk fatwa penting bagi ulama Syiah yang membolehkan pemberian zakat dan sedekah lainnya, termasuk khumus kepada umat Islam selain Syiah.
Moldova Merdeka
29 tahun yang lalu, tanggal 27 Agustus 1991, Moldova meraih kemerdekaannya.
Negara yang terletak di Eropa Timur ini sepanjang sejarahnya berada di bawah penjajahan berbagai bangsa dan negara, seperti Ukraina, Utsmani, Rusia, dan Romania. Setelah terjadi Revolusi Buruh di Rusia tahun 1917, Moldova diserahkan kepada Romania.
Pada akhir Perang Dunia Kedua dan mundurnya Jerman dan Rumania dari negara-negara jajahannya, Moldova dikuasai oleh Soviet dan digabungkan ke dalam Uni Soviet.
Pada akhir dekade 1980-an, Uni Soviet bubar dan negara-negara yang tergabung di dalamnya satu persatu membebaskan diri. Sebagian rakyat Moldova berkeinginan untuk kembali bersatu dengan Rumania dan sebagian rakyat lainnya, terutama yang berasal dari etnik Rusia dan Ukrania, menolak hal tersebut. Akhirnya setelah diadakan referendum, didapatkan hasil bahwa sebagian besar rakyat Moldova menentang penyatuan negara ini dengan Rumania dan menginginkan kemerdekaan penuh.
Moldova memiliki luas wilayah 33700 kilometer persegi serta berbatasan dengan Romania dan Ukraina.