Lintasan Sejarah 8 September 2020
-
Lintasan Sejarah 8 September 2020
Hari ini, Selasa 8 September 2020 bertepatan dengan 19 Muharam 1441 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 18 Shahrivar 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Tawanan Karbala Digiring dari Kufah ke Syam
1381 tahun yang lalu, tanggal 19 Muharam 61 HQ, tawanan Karbala digiring dari Kufah ke Syam.
Setelah peristiwa pembantaian Karbala, Bani Umayya menggiring tawanan Ahlul Bait dengan tergesa-gesa ke Kufah.
Setelah berhenti di Kufah dan Ubaidillah bin Ziyad memberikan laporan kepada Yazid bin Muawiyah, Yazid mengeluarkan perintah agar para tawanan segera digiring ke Syam, sekaligus mempersiapkan segalanya bagi perjalanan panjang ini.
Ubaidillah bin Ziyad memerintahkan Zajr bin Qais, Mahdh bin Abi Tsa'labah dan Syimr bin Dziljausyan memimpin lima ribu pasukan berkuda, tawanan dan kepala-kepala syuhada Karbala yang tertancap di tombak-tombak hingga ke Syam.
Pada tanggal 1 bulan Safar para tawanan sampai di Syam.
Meninggalnya Penulis Jalal Ale Ahmad
51 tahun yang lalu, tanggal 18 Shahrivar 1348 HS, Jalal Ale Ahmad dibunuh oleh SAVAK.
Jalal Ale Ahmad lahir di Tehran pada 11 Azar 1302 HS. Ia pada 1322 HS resmi menjadi anggota partai Tudeh dan di samping kesibukan di dunia politik, Jalal Ale Ahmad berhasil meraih sarjana di jurusan sastra persia. Pada tahun 1326 HS, ia diterima bekerja di kementerian budaya. Jalal Ale Ahmad mulai menulis sejak berusia 16 tahun dan setelah bergabung dengan partai Tudeh, ia mengenal karya-karya Kasravi.
Kiprahnya di politik tidak berhasil, tapi kebangkitan yang paling mempengaruhi dirinya adalah Kebangkitan 15 Khordad 1342 HS. Pada waktu itu Jalal Ale Ahmad sampai pada satu keyakinan bahwa setiap aliran pemikiran atau perjuangan manapun yang tidak berakar dari budaya sendiri, maka aliran itu tidak lebih dari pembohongan, eksploitasi dan penjajahan. Ia semakin mantap bahwa satu-satunya harapan untuk membebaskan rakyat ada pada ulama yang sadar, bukan para pemikir Barat dan Timur.
Jalal Ale Ahmad akhirnya menyatakan dirinya ikut dan cinta kepada ulama, khususnya Imam Khomeini, SAVAK mulai mengancam dirinya dan berusaha memisahkannya dari ulama. Pada 1347 HS, ia diancam akan dibunuh. SAVAK ingin membunuhnya secara diam-diam. Akhirnya dalam sebuah aksi teror yang telah direncanakan, mereka membunuhnya pada 18 Shahrivar 1348 HS. Jasad Jalal Ale Ahmad dishalati di masjid Firouzabadi dan dimakamkan di kota Rey, Tehran.
Pakta SEATO Diteken di Manila
66 tahun yang lalu, tanggal 8 September 1954, sebuah pakta pertahanan bernama SEATO yang merupakan perjanjian keamanan Asia Tenggara ditandatangani di kota Manila, Filipina.
Pakta ini ditandatangani oleh AS, Inggris, Australia, Pakistan, Thailand, Perancis, Selandia Baru, dan Philipina. Berdasarkan perjanjian SEATO ini, para anggota perjanjian akan memberikan bantuan militer kepada negara anggota lainnya yang diserang oleh pihak luar.
Pada tahun 1975, SEATO dibubarkan setelah terjadinya perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait dengan kekalahan AS dalam perang Vietnam.