Lintasan Sejarah 12 Oktober 2020
-
12 Oktober 2020
Hari ini, Senin 12 Oktober 2020 bertepatan dengan 24 Safar 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 21 Mehr 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ibnu Durustuwiyah, Ahli Nahwu Meninggal
1095 tahun yang lalu, tanggal 24 Shafar 347 HQ, Ibnu Durustuwiyah, ahli Nahwu meninggal dunia di Baghdad dalam usia 88 tahun.
Abu Muhammad, Abdullah bin Jakfar bin Muhammad bin Durustuwiyah, ahli nahwu, bahasa dan sastra Arab lahir di kota Baghdad tahun 258 Hq. Ia juga menguasai ilmu hadis dan dalam ilmu nahwu Ibnu Durustuwiyah mengikuti Ali bin Isa Rummani dan Mubarrad.
Ibnu Durustuwiyah banyak meninggalkan karya seperti al-Irsyad, al-Kuttab, Akhbar an-Nahwiyyin dan Ma’ani Syi’r.
UU Kapitulasi Disahkan Parlemen Iran
56 tahun yang lalu, tanggal 21 Mehr 1343 HS rancangan Undang-Undang Kapitulasi disahkan oleh Parlemen Iran yang berada di bawah pengaruh Shah Pahlevi.
Undang-undang ini memberikan kekebalan hukum kepada tentara Amerika di Iran. Materi Undang-Undang Kapitulasi ini menyebutkan, bila ada tentara AS yang berbuat kriminal di Iran, ia hanya bisa diadili oleh pengadilan AS. Undang-undang ini jelas menginjak-injak kedaulatan pengadilan dan bangsa Iran secara keseluruhan.
Oleh karena itu, beberapa hari kemudian, tepatnya 4 Aban 1343 HS Imam Khomeini menyampaikan sebuah pidato bersejarah yang isinya menolak undang-undang tersebut serta mengecam keras AS dan Shah Pahlevi. Pidato Imam ini membuat beliau diasingkan ke luar negeri oleh rezim Shah yang despotik, pada tanggal 13 Aban 1343 HS.
Kudeta Militer di Pakistan
21 tahun yang lalu, tanggal 12 Oktober 1999, terjadi kudeta tak berdarah di pakistan untuk menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif. Kudeta itu dilakukan oleh Jenderal Pervez Musharraf.
Sehari sebelumnya, Musharraf dipecat oleh Nawaz Sharif dari jabatan militernya.
Musharraf mengatakan bahwa aksi penggulingannya itu dilakukan karena Nawaz Sharif terlibat korupsi dan tidak mampu menciptakan keamanan nasional. Sementara tuduhan terberat adalah Sharif dianggap mendalangi aksi pembajakan pesawat terbang yang ditumpangi Musharraf.
Setelah terguling, Sharif dijebloskan ke dalam penjara dengan hukuman seumur hidup. Akan tetapi, tidak lama kemudian, Sharif diekstradisi ke arab saudi.