Okt 14, 2020 11:31 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 14 Oktober 2020

Hari ini, Rabu 14 Oktober 2020 bertepatan dengan 26 Safar 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Mehr 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

 

Tsabit bin Harani Meninggal

1154 tahun yang lalu, tanggal 26 Shafar 288 HQ, Tsabit bin Qurah Harani, seorang matematikawan dan astronom Irak, meninggal dunia.

Tsabit bin Qurah dilahirkan pada tahun 1911 Hijriah dan dia dianggap sebagai salah satu ilmuwan besar pada zamannya. Tsabit bin Qurah sangat mahir dalam menerjemahkan teks-teks ilmiah dari bahasa-bahasa Suryani dan Yunani ke dalam bahasa Arab.

Penerjemahan  buku-buku ilmiah dari bahasa Yunani dan Suryani itu ke dalam bahasa Arab yang dilakukan Tsabit bin Qurah, memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan bangsa Arab.

Menurut catatan para sejarawan, jumlah karya terjemahan Tsabit bin Qurah berjumlah lebih dari 130 judul. Selain menerjemahkan buku, Tsabit bin Qurah juga menulis berbagai buku, di antaranya berjudul "Masalah-Masalah Teknik dan Angka".

 

Tentara Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Tepi Barat

67 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1953, kelompok zionis bersenjata menyerang desa Qibyah di Tepi Barat Sungai Jordan.

Setelah menduduki desa itu, orang-orang zionis itu selama dua hari melakukan pembunuhan massal terhadap warga palestina di desa tersebut dan menghancurkan rumah-rumah mereka.

Aksi teroris ini didalagi oleh komandan tentara rezim Zionis saat itu, Ariel Sharon. Dalam aksi teroris kejam Zionis ini, 42 laki-laki, perempuan, dan anak-anak Palestina tewas. Sejumlah besar warga lainnya luka-luka, puluhan rumah, dan sebuah sekolah dihancurkan dengan bom.

 

Ayatullah Isfahani Dibunuh MKO

38 tahun yang lalu, tanggal 23 Mehr 1361 HS, Ayatullah Ataullah Ashrafi Isfahani, wakil Imam Khomeini dan Imam Jumat provinsi Kermanshah, gugur syahid akibat teror dari kelompok MKO.

Ayatullah Isfahani dalam perjuangan melawan rezim Shah Pahlevi. Aktivitasnya dalam memimpin rakyat Kermansyah membuatnya berkali-kali dipenjara oleh rezim Shah.

Setelah kemenangan revolusi Islam, Imam Khomeini menunjuknya sebagai Imam Jumat di Kermanshah. Pada tanggal 23 Mehr 1361 HS atau 15 Oktober 1983, di saat sedang mendirikan shalat Jumat, beliau dibunuh oleh teroris musuh Islam.

Mengenai beliau, Imam Khomeini berkata, "Saya mengenal almarhum Syahid Ataullah Ashrafi sebagai orang yang memiliki jiwa bersih dari hawa nafsu serta memiliki ilmu yang bermanfaat dan amal saleh."