Okt 19, 2020 10:26 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 19 Oktober 2020

Hari ini, Senin 19 Oktober 2020 bertepatan dengan 2 Rabiul Awal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 27 Mehr 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Atsir Jazairi Meninggal

812 tahun yang lalu, tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.

Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi. 

Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah. Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.

 

Ottoman Menduduki Kota Sofia

634 tahun yang lalu, tanggal 19 Oktober 1386, tentara Imperium Ottoman menduduki kota Sofia, Bulgaria.

Kemenangan Ottoman ini bersamaan dengan serangan pasukan Timur Gurkani yang terkenal dengan nama Timur Lang ke bagian timur dari wilayah kekuasaan Ottoman. Dengan demikian, Imperium Ottoman semakin memperluas wilayahnya di Balkan. Di samping itu, Makedonia dan Serbia pun dikuasai oleh imperium ini.

Negara-negara Balkan berada di bawah kekuasaan Ottoman selama lima abad dan baru mencapai kemerdekaannya pada akhir abad ke-19.

 

Wafatnya Ayatullah Jafar Nezari Naghdi

70 tahun yang lalu, tanggal 28 Mehr 1329 HS Ayatullah Jafar Nezari Naghdi meninggal dunia dalam usia 64 tahun.

Ayatullah Sheikh Jafar Nezari Naghdi lahir ke dunia pada tahun 1265 HS. Sejak kecil beliau telah menunjukkan keseriusannya belajar. Pada awalnya Ayatullah Nezari mempelajari prinsip-prinsip membaca, tulisan Arab dan kemudian Persia. Pada usia 14 tahun beliau melanjutkan pendidikannya ke Hauzah Ilmiah Najaf.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat Muqaddimah dan Sutuh (Dasar dan Tinggi), Ayatullah Nezari di kemudian mengikuti kuliah-kuliah terbuka Ayatullah Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Sheikh Ahmad Kasyif al-Ghitha dan para guru besar lainnya yang pada akhirnya mengantarkan beliau meraih derajat keilmuann yang tinggi.

Suatu ketika sejumlah orang dari al-Imarah, sebuah kawasan Syiah di Irak meminta kepada Ayatullah Yazdi, gurunya agar mengirimkan seorang mubalig ke daerah mereka. Gurunya ini kemudian memerintahkannya untuk berdakwah di daerah tersebut. Setelah tinggal dan berdakwah selama 10 tahun di daerah al-Imarah, Ayatullah Nezari diangkat menjadi anggota Pengadilan Agama Baghdad, namun tidak berapa lama beliau mengundurkan diri dari jabatan itu dan menyibukkan diri dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.

Ayatullah Nezari meninggalkan banyak karya ilmiah seperti al-anwar al-‘uluwiyah, al-Asrar al-Murtadhawiyah, al-Qawanin al-Manthiqiyah, syarah buku Syara'i al-Islam dan al-Ma'alim.