Lintasan Sejarah 28 Oktober 2020
Hari ini, Rabu 28 Oktober 2020 bertepatan dengan 11 Rabiul Awal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 7 Aban 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ayatullah Modarres Selamat dari Upaya Pembunuhan
94 tahun yang lalu, tanggal 7 Aban 1305 HS, Ayatullah Sayid Hassan Modarres, mengalami percobaan pembunuhan oleh antek-antek rezim Shah Pahlevi Iran.
Ayatullah Modarres adalah seorang ruhaniwan yang aktif berjuang untuk menyadarkan masyarakat dan membongkar kebobrokan pemerintahan rezim Pahlevi dan pelindungnya, yaitu pemerintah Inggris.
Meskipun Ayatullah Modarres lolos dari upaya pembunuhan itu, namun beberapa waktu kemudian, atas perintah Shah Reza Khan, beliau diasingkan dan kemudian gugur syahid.
Ayatullah Sayid Hasan Sadr Gugur Syahid
88 tahun yang lalu, tanggal 11 Rabiul Awal 1354 HQ, Ayatullah Sayid Hasan Sadr, seorang ulama terkemuka Islam, meninggal dunia.
Ayatullah Sayid Hasan Sadr berhasil mencapai derajat mujtahid pada usia muda dan masuk ke jajaran ulama terkemuka di hauzah ilmiah Najaf pada masa itu.
Ayatullah Hasan Sadr yang terkenal pula dengan nama Shadruddin ini memiliki ilmu yang luas di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, hikmah, hadis, dan lain-lain. Beliau banyak meinggalkan karya-karya penulisan di antaranya berjudul "Ta'sisu-Syiah al-Kiram lifunuunil Islam" dan "Tahsiilul Furu' ad-Diiniiyah fi Fiqhil Imaamiyah."
Berakhirnya Krisis Rudal Kuba
58 tahun yang lalu, tanggal 28 Oktober 1962, Nikita Khruschev, pemimpin Uni Soviet saat itu, memerintahkan agar kapal-kapal Soviet yang berisi rudal atom memutar haluan dan kembali ke Soviet. Dengan adanya perintah itu, berakhirlah krisis rudal Kuba.
Sejak beberapa bulan sebelumnya, Soviet mendirikan beberapa pangkalan rudal dengan hulu ledak nuklir di Kuba yang berjarak 90 mil dari AS. Soviet kemudian mengirimkan beberapa kapal berisi rudal-rudal atom ke Kuba. AS yang merasa sangat terancam atas kehadiran rudal-rudal itu, selain mengepung perairan Kuba juga mengancam Soviet, jika kapal-kapal Soviet tidak kembali, maka AS akan menyerang Soviet dan Kuba dengan senjata nuklir.
Meskipun Soviet juga memberikan ancaman balasan, akhirnya atas perintah Khruschev, kapal-kapal berisi atom itu memutar haluan dan berakhirlah krisis rudal atom tersebut.