Nov 17, 2020 11:18 Asia/Jakarta
  • 17 November 2020
    17 November 2020

Hari ini, Selasan 17 November 2020 bertepatan dengan 1 Rabiul Tsani 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 27 Aban 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Wafatnya Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi

858 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Tsani 584 HQ, Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia.

Mulla Ali bin Mulla Fathullah Nahawandi Najafi adalah seorang ulama besar Syiah abad 14 Hijriah. Beliau dikenal menguasai banyak disiplin ilmu mulai dari fiqih, ushul fiqih, rijal hingga sastra.

Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi merupakan murid Syeikh Murtadha al-Anshari dan Mirza Abolqasem Kalantari.

Tasyrih al-Ushul al-Shagir dan Muqaddimah al-Wajib merupakan sebagian dari karya ilmiah beliau. Mulla Ali bin Fathullah Nahawandi meninggal dunia pada 1 Rabiul Tsani 584 Hq akibat penyakit yang dideritanya dan di makamkan di pekuburan umum Wadi al-Salam, Najaf Asyraf, Irak.

Imam Khomeini Bebaskan Perempuan dan Kulit Hitam AS

41 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan pembebasan perempuan dan warga kulit hitam Amerika.

Imam Khomeini ra

Dua pekan pasca pendudukan "sarang spionase" Amerika di Tehran oleh para mahasiswa pengikut garis Imam, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembebasan tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika.

Imam Khomeini ra berkeyakinan bahwa perempuan dan orang-orang kulit hitam Amerika pada intinya termasuk golongan mustadh'afin di tengah masyarakat Amerika dan terpaksa harus menerima tugas yang seperti ini. Oleh karenanya, mereka harus dibebaskan.

Imam dalam pesannya tertanggal 26 Aban 1358 meminta kepada para mahasiswa agar mereka yang belum terbukti melakukan aksi spionase diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan dikeluarkan secepatnya dari Iran.

Menyusul perintah Imam Khomeini ra, para mahasiswa kemudian membebaskan para tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika keesokan harinya 27 Aban 1358 HS.

SCIRI Didirikan untuk Melawan Rezim Saddam

38 tahun yang lalu, tanggal 17 November 1982, dibentuklah Dewan Tertinggi Revolusi Islam Irak (SCIRI) yang terdiri dari partai-partai dan kelompok-kelompok Islam yang menentang Rezim Saddam.

Tujuan pembentukan Dewan ini adalah untuk menyelamatkan rakyat Irak dari cengkeraman kezaliman rezim Saddam dan mendirikan pemerintahan yang berasaskan suara dari rakyat. Dengan memanfaatkan periode invasi Irak ke Iran, dewan ini berhasil memberikan pukulan telak terhadap rezim Saddam.

Pasca perang Irak-Iran, kelompok oposisi terbesar Irak ini terus melakukan aktivitas politik dan militernya. Menyusul invasi Amerikayang menggulingkan Saddam Husein pada bulan Maret 2003, dewan ini masuk ke Irak dan melakukan aktivitasnya di dalam negeri.

Pada bulan Agustus 2003, Ayatullah Baqir al-Hakim, pemimpin dewan, gugur syahid akibat  ledakan bom di depan kompleks Masjid Imam Ali, di kota Najaf. Namun, majelis ini tetap maju berjuang untuk mengusir pasukan agresor dari negeri mereka dan membentuk pemerintahan Irak yang independen.