Manifestasi Al-Quran dalam Kebangkitan Imam Husein (8)
https://parstoday.ir/id/radio/west_asia-i62040-manifestasi_al_quran_dalam_kebangkitan_imam_husein_(8)
Musuh telah bersiap untuk berperang dengan rombongan Imam Husein as. Setiap saat dan semakin dekat rombongan Imam Husein as melangkah menuju Karbala, jumlah pasukan musuh dan juga perlengkapan mereka semakin bertambah banyak.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 18, 2018 12:20 Asia/Jakarta

Musuh telah bersiap untuk berperang dengan rombongan Imam Husein as. Setiap saat dan semakin dekat rombongan Imam Husein as melangkah menuju Karbala, jumlah pasukan musuh dan juga perlengkapan mereka semakin bertambah banyak.

Sementara di satu sisi, pasukan Imam Husein as yang jumlahnya sedikit dan yang berkeyakinan bahwa menjaga putra Rasulullah Saw sebagai pemimpin sejati umat Islam, adalah kebenaran, mereka sama sekali tidak merasa takut pada besarnya jumlah pasukan musuh.

 

Itu dikarenakan mereka telah menyadari bahwa perspektif dan iman Imam Husein as bersandar pada Al-Quran yang termanifestasi dalam amal dan perilakunya. Imam Husein as telah menampilkan kepada generasi mendatang, seni kehidupan dan kematian tayyibah sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan risalah Nabi Muhammad Saw.

 

Imam Husein as telah menunjukkan kebenaran sejati dan menyampaikan kepada semua umat manusia di setiap masa bahwa kezaliman, sebesar apapun kekuatannya, akan tetap sirna dan hanya kebenaran yang akan terjaga.

al-Quran

 

Menurut pandangan Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as, inti dari kebenaran adalah kebaikan dan keindahan, sementara esensi kebatilan adalah keburukan dan kejelekan yang pada akhirnya akan menuju kefanaan, karena kebatilan adalah wujud yang sementara dan dipaksakan.

 

Dalam hal ini Allah Swt dalam ayat 17 Surat Ar-Raad berfirman, "Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan."

 

Pada ayat tersebut Allah mengumpamakan kebenaran seperti air sementara kebatilan seperti buih-buih yang mengapung di atas permukaan air. Buih tidak memiliki kekuatan apapun sementara dia bergerak karena gerakan air dan buih tidak akan bertahan lama dan sirna.

 

Di sisi lain, kebenaran seperti air yang tetap bertahan dan manusia dapat mengambil manfaat darinya. Kebenaran sama seperti hakikat dan esensi, yang tetap ada dan permanen.

 

Imam Husein as menyatakan bahwa kebenaran adalah yang diridhoi oleh Allah Swt serta memiliki esensi dan akar. Oleh karena itu, perlawanan di jalan kebenaran dan keadilan, di setiap masa atau periode, akan menyedot perhatian orang-orang yang menuntut keadilan dan akan menggerakkan mereka untuk bangkit melawan para kaum zalim.

 

Imam Husein as dalam ungkapannya kepada pasukan musuh dan penjahat Umar bin Saad, telah berusaha menyadarkan mereka bahwa meski berbagai kezaliman dan kejahatan mereka, beliau mengingatkan bahwa Allah Swt memberikan kesempatan dan peluang.

Kompleks Makam Imam Husein di Kabala

 

Imam Husein as menegaskan bahwa semua manusia selalu berada dalam ujian Allah Swt. Orang yang mematuhi perintah Yazid dan Ibnu Ziyad dan siap membantai keluarga Ahlul Bait Nabi, dan mereka yang berada di kubu Imam Husein as demi membela imam dan putra Nabi dan telah merelakan segala hal duniawi, semuanya berada dalam ujian Allah Swt untuk menyaring manusia-manusia yang suci dan pencari kebenaran dari manusia-manusia yang berpegang pada kebatilan. Ujian dari Allah Swt tersebut adalah dalam rangka memisahkan dua barisan manusia tersebut.

 

Syeikh Mufid menukil dari seseorang bernama Dhahak bin Abdullah bahwa pasukan Umar bin Saad melewati kami dan mengawasi kami. Ketika pasukan tersebut melintas, Imam Husein as membacakan ayat Al Imran ayat 178-179;

«وَلاَیَحْسَبَنَّ الَّذِینَ کَفَرُواْ أَنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ خَیْرٌ لاَِّنفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِى لَهُمْ لِیَزْدَادُواْ إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِینٌ / مَّا کَانَ اللَّهُ لِیَذَرَ الْمُؤْمِنِینَ عَلَى مَآ أَنتُمْ عَلَیْهِ حَتَّى یَمِیزَ الْخَبِیثَ مِنَ الطَّیِّب...»

Artinya: Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

 

Seorang bernama Abdullah bin Sumair yang berada di pasukan musuh bertanya kepada Imam Husein as, "Sumpah demi Tuhan Kabah bahwa yang suci adalah kami di mana Allah Swt telah memisahkan kami dari kalian!" Barir ibnu Khudhair dari rombongan Imam Husein as berkata kepadanya: "Wahai orang fasik! Apakah Allah Swt telah menempatkanmu di antara orang-orang suci?!"

 

Setelah gugur syahidnya Imam Husein as, saudarinya Zainab sa di Suriah  di hadapan Yazid yang zalim dan fasik, juga berargumentasi dengan menggunakan ayat tersebut dan berkata, "Hari ni kau berbahagia dan kau beranggapan bahwa kau telah membuat dunia sempit untuk kami dan menutup celah-celah langit untuk kami, dan kau menyeret kami dengan terbelunggu sebagai tawanan menuju istanamu untuk menunjukkan kekuatanmu, atau kau memiliki kekuatan dan posisi di hadapan Tuhan dan bahwa tidak ada jalan untuk kami di hadapan-Nya?! Kau keliru, kesempatan dan kebebasan dari Allah ini agar kau membebani dosa-dosamu dan bahwa azab yang sangat pedih sedang menantimu. Maka tenang dan santailah, apakah kau lupa akan firman Allah Swt: "Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan."