Serangan Pasukan Rezim Al-Jolani Tewaskan Lebih dari Seribu Warga Suriah
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di London mengumumkan dalam sebuah laporan bahwa 1.180 orang tewas sejauh ini dalam operasi keamanan yang dilancarkan pasukan pemerintah baru Suriah yang dipimpin Al-Jolani di barat laut negara itu.
Pars Today mengutip IRNA melaporkan, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa di antara para korban tersebut, 745 orang adalah warga sipil yang tewas dalam operasi di wilayah pesisir Suriah di barat laut Suriah.
Bersamaan dengan laporan ini, Al Jazeera Qatar melaporkan bahwa beberapa pos pemeriksaan dan pasukan keamanan publik pemerintah sementara Suriah di kota-kota dan desa-desa sekitar Deir Ezzor di Suriah timur menjadi sasaran kelompok bersenjata.
Beberapa jam yang lalu, Kementerian Dalam Negeri pemerintah sementara Suriah pada Sabtu malam (8 Maret) mengumumkan bahwa mereka telah menangkap seorang mantan komandan Pasukan Pertahanan Nasional pada pemerintahan sebelumnya.
Selama beberapa hari terakhir, wilayah pesisir Suriah telah menyaksikan peningkatan ketegangan dan bentrokan berdarah antara pasukan keamanan pemerintahan baru Damaskus yang dipimpin oleh Abu Muhammad al-Jolani dan penentang kebijakannya.
Kebijakan pemerintah baru Suriah telah memicu kemarahan yang meluas di kalangan Alawi, yang menyebabkan demonstrasi yang dimulai pada hari Kamis di kota Qardaha, Jabla, Latakia, Tartus, Homs, dan Masyaf.
Menanggapi demonstrasi damai ini, pasukan militer yang berafiliasi dengan al-Jolani melepaskan tembakan langsung ke arah para pengunjuk rasa.
Pertempuran dengan cepat menyebar ke wilayah pesisir Suriah.
Di provinsi Latakia dan kota Haffa, Al-Mukhtariyah, dan Al-Shir, bentrokan sengit terjadi antara pasukan keamanan pemerintah sementara Suriah dan individu bersenjata mengakibatkan kematian puluhan orang.(PH)