Juru Bicara Wali Kota Gaza: Infrastruktur Rusak Parah
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182198-juru_bicara_wali_kota_gaza_infrastruktur_rusak_parah
Pars Today - Juru bicara Wali Kota Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa infrastruktur di daerah ini telah rusak parah, dengan efisiensi sistem pembuangan air hujan dan limbah menurun hingga sekitar 20 persen saja.
(last modified 2025-12-14T04:17:18+00:00 )
Des 14, 2025 11:12 Asia/Jakarta
  • Tenda-tenda warga Gaza
    Tenda-tenda warga Gaza

Pars Today - Juru bicara Wali Kota Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa infrastruktur di daerah ini telah rusak parah, dengan efisiensi sistem pembuangan air hujan dan limbah menurun hingga sekitar 20 persen saja.

Menurut laporan IRNA pada Minggu (14/12/2025) pagi dari Shehab, Hosni Mahna, Juru Bicara Wali Kota Gaza menambahkan bahwa Kota Gaza telah mengalami kerusakan luas dalam beberapa jam terakhir akibat sistem cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

Mahna menjelaskan bahwa sistem cuaca ini telah menyebabkan puluhan kamp dan pusat pemukiman pengungsi terendam air hujan bercampur limbah, selain ribuan tenda yang rusak dan air merembes ke dalamnya.

Jubir Wali Kota Gaza mengatakan bahwa situasi ini telah memperburuk kondisi kemanusiaan yang sulit bagi puluhan ribu pengungsi karena kurangnya fasilitas keselamatan dan perlindungan.

Mahna juga mencatat bahwa kota itu menyaksikan runtuhnya puluhan bangunan secara total atau sebagian, yang mengakibatkan korban jiwa.

Ia menekankan bahwa pemerintah kota sebelumnya telah memperingatkan bahaya ini, karena ribuan bangunan telah rusak akibat perang dan pengepungan yang sedang berlangsung mencegah perbaikan atau penguatan bangunan-bangunan tersebut.

Menurut Mahna, ketinggian air di cekungan Sheikh Radwan telah mencapai 4,6 meter dan di cekungan yang berdekatan dengan Stasiun Al-Zaytoun (7B) telah mencapai 4,2 meter.

Ia menyimpulkan dengan memperingatkan bahwa ada risiko luapan atau banjir yang akan segera terjadi jika hujan terus berlanjut dalam beberapa jam mendatang.

Selain itu, Mahmoud Basal, Juru Bicara Direktorat Bantuan dan Penyelamatan Jalur Gaza, dalam sebuah pernyataan yang merujuk pada konsekuensi buruk dari sistem tekanan rendah baru-baru ini, mengatakan, "Kita telah melewati fase yang sangat sulit dan bencana dalam beberapa hari terakhir."

Ia menekankan bahwa bukti lapangan menunjukkan bahwa tenda sama sekali bukan tempat yang aman untuk ditinggali dan melanjutkan kebijakan ini membahayakan nyawa penduduk.

Basal menambahkan, "Masuknya unit-unit perumahan ke Jalur Gaza harus bertepatan dengan dimulainya proses rekonstruksi, dan komunitas internasional harus segera mengambil tindakan untuk memulai rekonstruksi Gaza."(sl)