17 Warga Palestina Gugur Akibat Udara Dingin
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182480-17_warga_palestina_gugur_akibat_udara_dingin
Pars Today - Pertahanan Sipil Gaza, mencatat bahwa 17 warga Palestina, termasuk empat anak, telah meninggal akibat dingin bulan ini (Desember), dan memperingatkan bahwa gelombang dingin yang parah, tanpa adanya tempat berlindung dan peralatan pemanas, mengancam nyawa ribuan anak tunawisma di Gaza.
(last modified 2025-12-18T04:23:34+00:00 )
Des 18, 2025 11:18 Asia/Jakarta
  • Tenda penampungan warga Gaza yang terendam air
    Tenda penampungan warga Gaza yang terendam air

Pars Today - Pertahanan Sipil Gaza, mencatat bahwa 17 warga Palestina, termasuk empat anak, telah meninggal akibat dingin bulan ini (Desember), dan memperingatkan bahwa gelombang dingin yang parah, tanpa adanya tempat berlindung dan peralatan pemanas, mengancam nyawa ribuan anak tunawisma di Gaza.

Menurut laporan Kamis (18/12/2025) pagi oleh IRNA, mengutip Anadoli, Pertahanan Sipil Gaza menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa bulan ini, puluhan bangunan tempat tinggal di daerah itu juga runtuh atau rusak parah akibat hujan lebat.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Bassal mengatakan, "Penurunan suhu yang signifikan di malam hari telah menjadi ancaman serius bagi nyawa anak-anak di Gaza."

Mahmoud Basal menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza saat ini adalah bencana kemanusiaan yang nyata, dan menyerukan kepada lembaga internasional dan komunitas dunia, Selamatkan anak-anak Gaza sebelum dingin merenggut nyawa mereka.

Menurutnya, ratusan ribu pengungsi di Gaza hidup dalam kondisi yang sangat sulit setelah rumah mereka dihancurkan oleh rezim Israel.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza menambahkan, Kurangnya tempat berlindung, kekurangan selimut dan peralatan pemanas yang parah, kerusakan infrastruktur, dan runtuhnya layanan dasar telah memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut dengan datangnya musim dingin.

Menurut statistik Pertahanan Sipil Gaza, bulan ini (Desember), 17 warga Palestina, termasuk 4 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kedinginan, 17 rumah telah runtuh sepenuhnya, dan lebih dari 90 bangunan lainnya mengalami kerusakan yang berbahaya.

Pertahanan Sipil Gaza menambahkan, "Sekitar 90 persen tempat penampungan dan tenda pengungsi yang didirikan setelah rumah mereka dihancurkan dalam perang genosida rezim Zionis terhadap rakyat Gaza telah terendam banjir dan runtuh."

Situasi ini terus berlanjut sementara rezim Zionis telah mencegah pelaksanaan komitmennya di bawah gencatan senjata, termasuk masuknya material pemukiman dan 300.000 tenda serta rumah prefabrikasi ke Gaza.

Perang genosida selama dua tahun yang dilancarkan rezim Zionis terhadap rakyat Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023 dengan dukungan Amerika Serikat, telah menyebabkan lebih dari 70.000 martir dan 171.000 luka-luka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan juga telah menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza.(sl)