Hamas: Serangan ke Sekolah Pengungsi di Gaza Timur Pelanggaran Gencatan Senjata
-
Keluarga korban di Gaza
Pars Today - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan artileri tentara pendudukan Zionis terhadap sebuah sekolah yang menampung pengungsi di lingkungan Al-Tuffah di Gaza timur, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah warga sipil, terutama anak-anak, merupakan kejahatan brutal terhadap warga sipil dan pelanggaran nyata serta berulang terhadap perjanjian gencatan senjata.
Menurut laporan IRNA pada Sabtu (20/12/2025) pagi dari kantor berita Shehab, pernyataan itu menyebutkan, bahwa rezim Zionis, dengan terus menerus secara sengaja menargetkan warga sipil di Jalur Gaza, telah menyebabkan gugurnya lebih dari 400 warga Palestina dalam lebih dari dua bulan sejak gencatan senjata diumumkan, dan tindakan ini terus berlanjut di bawah bayang-bayang kebungkaman dan ketidakberdayaan komunitas internasional.
Hamas juga menekankan dalam pernyataannya bahwa pasukan pendudukan telah memperburuk krisis kemanusiaan dengan mencegah ambulans dan tenaga medis mencapai lokasi serangan dan menghalangi operasi bantuan dan penyelamatan, dan ini dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.
Gerakan Hamas menyerukan kepada para mediator dan pemerintah AS untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan segera turun tangan untuk mengekang upaya kabinet Benjamin Netanyahu dalam memaksakan persamaan yang bertentangan dengan ketentuan perjanjian dan merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata.(sl)