Pendapat Mahmoud Abbas tentang Faktor Ketidakstabilan Regional
-
Mahmoud Abbas
Pars Today - Pemimpin Otoritas Palestina menekankan dalam pernyataannya bahwa menolak hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri tidak hanya akan merusak keamanan rezim Zionis, tetapi juga akan semakin menjauhkan perdamaian dan stabilitas dari seluruh kawasan.
Menurut laporan ISNA, dalam pertemuan dengan delegasi aktivis perdamaian Israel di Ramallah, Mahmoud Abbas, Pemimpin Otoritas Palestina sekali lagi menekankan komitmennya terhadap dialog dan solusi politik sebagai pilihan strategis bagi Palestina.
Menurut laporan kantor berita Sama, Abbas mengkritik gerakan ekstremis di Israel dan mengatakan, Menolak hak rakyat Palestina untuk membentuk negara merdeka mereka sendiri di samping Israel dan berdasarkan resolusi internasional tidak menghasilkan apa pun selain ketidakamanan yang berkelanjutan, dan pengalaman beberapa dekade terakhir juga merupakan bukti dari fakta ini.
Kepala Otoritas Palestina terus mempertimbangkan “solusi dua negara” sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai keamanan, perdamaian, dan stabilitas bagi Palestina dan Israel, serta seluruh kawasan, dan menambahkan, “Palestina berkomitmen pada perjuangan politik, diplomatik, dan hukum serta mengutuk segala bentuk kekerasan dan terorisme.”
Abbas juga mengutuk kebijakan rezim Zionis di bidang pembangunan pemukiman, aneksasi tanah, diskriminasi rasial, pembunuhan dan penghancuran, serta penyitaan properti Palestina, dengan mengatakan bahwa tindakan-tindakan ini semakin mengisolasi Israel dari komunitas internasional.
Ia lebih lanjut menekankan bahwa kunci keamanan dan perdamaian regional adalah mencapai kesepakatan perdamaian Palestina-Israel berdasarkan resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab. Sebuah kesepakatan yang, menurutnya, dapat membuka jalan bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran bagi semua bangsa di kawasan ini.(sl)