Sanaa Umumkan Kesepakatan dengan Arab Saudi untuk Pertukaran Tahanan
-
Mohammed Abdul Salam
Pars Today - Mohammed Abdul Salam, kepala tim negosiasi Yaman mengumumkan tercapainya kesepakatan baru untuk pertukaran tahanan dengan pihak Saudi dan pihak lain di Muscat, ibu kota Oman.
Menurut laporan Tasnim, Mohammed Abdul Salam, kepala tim negosiasi Yaman mengumumkan di jejaring sosial X pada hari Selasa (22/12/2025) bahwa kesepakatan untuk pertukaran tahanan dengan pihak Saudi dan pihak lain telah tercapai di Muscat, ibu kota Oman.
Mohammed Abdul Salam menulis, "Dengan rahmat Tuhan, kesepakatan untuk pertukaran tahanan dengan pihak Saudi dan pihak lain telah tercapai di Muscat, ibu kota Oman. Kesepakatan ini mencakup pembebasan ribuan tahanan Yaman, termasuk tahanan Saudi dan Sudan."
Abdul Salam berterima kasih kepada Oman atas upaya besarnya dalam membuat putaran negosiasi ini berhasil dan bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan kasus kemanusiaan ini, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang mekanisme pelaksanaan kesepakatan dan tanggalnya.
Kepala tim negosiasi Yaman mengeluarkan pesan ini setelah negosiasi antara pihak Yaman dan Arab Saudi, dan ini menandai perkembangan penting dalam kasus ini yang telah menyebabkan ribuan keluarga Yaman dan Arab menderita selama bertahun-tahun akibat perang.
Sementara itu, Oman menyambut baik kesepakatan Yaman-Arab Saudi tentang perjanjian tahanan.
Setelah penandatanganan perjanjian ini di Muscat, Kementerian Luar Negeri Oman menyambutnya dengan pernyataan resmi.
Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan, “Negara ini menghargai semangat positif yang berlaku dalam negosiasi dan memuji kerja sama Arab Saudi, upaya Utusan Khusus PBB di Yaman dan Palang Merah.
Arab Saudi melancarkan serangan besar-besaran terhadap Yaman, negara Arab termiskin, pada 25 April 2015, sebagai bagian dari koalisi beberapa negara Arab, termasuk UEA, dengan bantuan dan lampu hijau dari Amerika Serikat dan dukungan dari rezim Zionis.
Bertentangan dengan harapan Saudi, serangan mereka menghantam benteng perlawanan kuat rakyat Yaman, dan setelah tujuh tahun perjuangan gigih dan pukulan menyakitkan dari rakyat Yaman hingga ke wilayah Saudi, terutama fasilitas Aramco, Riyadh terpaksa menyetujui gencatan senjata dengan harapan bisa keluar dari rawa perang Yaman.(sl)