Medvedev: Perdamaian Jangka Panjang di Eropa dengan Mengevaluasi Kebijakan Konfrontatif Barat
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182926-medvedev_perdamaian_jangka_panjang_di_eropa_dengan_mengevaluasi_kebijakan_konfrontatif_barat
Pars Today - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa perdamaian jangka panjang di Eropa tidak dapat dicapai tanpa evaluasi ulang menyeluruh terhadap kebijakan konfrontatif Barat terhadap Timur.
(last modified 2025-12-25T04:21:23+00:00 )
Des 25, 2025 11:10 Asia/Jakarta
  • Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev
    Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev

Pars Today - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa perdamaian jangka panjang di Eropa tidak dapat dicapai tanpa evaluasi ulang menyeluruh terhadap kebijakan konfrontatif Barat terhadap Timur.

Menurut IRNA, mengutip kantor berita Tass, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menambahkan dalam sebuah artikel berjudul "Bagaimana Anglo-Saxon memelihara nasionalisme Ukraina setelah Perang Dunia II", bahwa Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan negara-negara Anglo-Saxon lainnya telah lama acuh tak acuh terhadap nasib sebenarnya Ukraina dan proyek nasionalisme Ukraina yang lebih luas.

Medvedev menambahkan, "Sangat penting untuk menyadari bahwa penyebab utama konflik di Ukraina adalah 'kebijakan Timur' agresif yang dijalankan oleh negara-negara ini, bersama dengan NATO dan Uni Eropa."

Ia menekankan bahwa "mencapai perdamaian abadi di Eropa membutuhkan pemikiran ulang menyeluruh terhadap pendekatan permusuhan ini, dengan penghormatan nyata terhadap kepentingan fundamental Rusia".

Awal Desember lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa operasi militer khusus negaranya di Ukraina bukanlah awal dari perang baru, menekankan bahwa Rusia mencoba mengakhiri perang yang telah dipicu Barat dengan menggunakan nasionalis Ukraina.

Mengenai pemerintah Ukraina, ia mengatakan, "Pola pikir rezim Ukraina benar-benar mirip dengan rezim neo-Nazi, karena nasionalisme ekstrem dan neo-Nazisme adalah konsep yang hampir tidak dapat dibedakan satu sama lain."

Menunjukkan bahwa Ukraina menganggap keanggotaan NATO demi kepentingan keamanannya, Putin mencatat, "Tetapi Moskow menganggap ini sebagai ancaman bagi dirinya sendiri dan Ukraina tidak dapat menjamin keamanannya dengan mengorbankan keamanan Rusia."(sl)