Kini, Israel Berupaya Mengakui Kemerdekaan Organisasi Separatis di Yaman Selatan
-
Logo Dewan Transisi Selatan Yaman
Pars Today - Surat kabar Zionis Maariv menilai langkah Tel Aviv untuk mengakui wilayah separatis Somaliland sebagai pendahuluan bagi kemungkinan pengakuan organisasi separatis di Yaman Selatan yang dipimpin oleh kelompok yang disebut Dewan Transisi Selatan, yang mendapat dukungan dari UEA.
Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (30/12/2025), mengutip koran Maariv, setelah mengumumkan pengakuan Somaliland, rezim Israel sedang mempertimbangkan untuk mengakui organisasi baru di Yaman selatan yang mendapat dukungan dari UEA. Tujuan dari langkah ini adalah untuk membangun kerja sama strategis di pantai Laut Merah untuk menghadapi gerakan Ansarullah Yaman.
Harian Zionis ini menambahkan, "Pasukan yang didukung UEA di Yaman selatan (Dewan Transisi Selatan) belum menyatakan reaksi resmi apa pun terhadap pengakuan Israel atas Somaliland, dan tidak mungkin sikap publik akan diambil mengenai masalah ini dalam waktu dekat."
Namun, surat kabar Zionis ini mengutip sumber-sumber di dalam pasukan, dan menulis, "Mereka menyatakan harapan bahwa pengakuan Somaliland akan membuka jalan bagi Israel untuk mengambil tindakan serupa untuk mengakui organisasi yang sedang diupayakan oleh Dewan Transisi Selatan."
"Sekilas melihat peta menunjukkan potensi kerja sama antara Israel dan Somaliland, serta kerja sama dengan organisasi independen yang dapat didirikan di Yaman selatan," tambah Maariv.
Surat kabar ini menambahkan bahwa kerja sama semacam itu, terutama mengingat urgensi strategis pantai Laut Merah, akan menimbulkan ancaman bagi gerakan Ansarullah, yang sebagian besar berbasis di Yaman utara, dan akan memengaruhi stabilitas mereka.
Menurut Maariv, “Gerakan Ansarullah Yaman telah menyatakan bahwa setiap kehadiran penjajah Israel di wilayah Somaliland merupakan target militer bagi gerakan ini.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada hari Jumat ((27/12).
Dalam pernyataan yang dirilis oleh kantor Netanyahu disebutkan bahwa badan intelijen Israel, yang dikenal sebagai Mossad, memainkan peran dalam masalah ini.
Sebaliknya, beberapa negara dan organisasi, termasuk Mesir, Turki, Djibouti, Somalia, Dewan Kerja Sama Teluk Persia, dan Organisasi Kerja Sama Islam, dengan cepat menolak tindakan sepihak rezim Zionis Israel ini.
Menurut laporan ini, wilayah Somaliland, yang belum diakui sejak mendeklarasikan pemisahan diri dari Somalia pada tahun 1991, beroperasi sebagai entitas independen dalam hal administrasi, politik, dan keamanan. Sementara itu, pemerintah pusat Somalia belum mampu memperluas kendali dan kedaulatannya atas wilayah ini.
Pemerintah Somalia menolak pengakuan Somaliland sebagai negara merdeka dan menganggapnya sebagai bagian integral dari Republik Somalia, dan menganggap setiap transaksi atau interaksi langsung dengannya sebagai serangan terhadap kedaulatan dan persatuan republik ini.(sl)