Sumber Arab: UEA Ingin Bangun Pangkalan Militer untuk Israel di Perbatasan Saudi
-
Daerah Arada, Uni Emirat Arab
Pars Today – Sumber-sumber berita mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab berencana membangun pangkalan militer yang dapat menampung lebih dari 800 tentara Israel di wilayah Arada, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.
Menurut laporan hari Selasa (06/01/2026) IRNA, situs Yaman Al-Masa Press menulis, "Baru-baru ini, beberapa televisi dan halaman Saudi di internet telah menerbitkan berita tentang niat Uni Emirat Arab untuk membangun pangkalan militer baru di wilayah Arada (terletak di dekat perbatasannya dengan Arab Saudi)."
Menurut pengumuman dari saluran dan halaman Saudi ini, pangkalan militer ini akan dibangun untuk tentara Israel dan kemungkinan akan menampung lebih dari 800 tentara Zionis, yang pada gilirannya akan memperkuat kehadiran militer Israel di wilayah itu.
Media menggambarkan langkah ini sebagai langkah menuju penguatan kerja sama militer antara UEA dan Israel, terutama setelah penandatanganan perjanjian normalisasi antara kedua pihak pada tahun 2020, dan mengumumkan bahwa pangkalan baru itu akan memiliki infrastruktur canggih, termasuk fasilitas perumahan, pusat pelatihan, serta pusat untuk mendukung operasi militer.
Para pengamat percaya bahwa proyek ini akan memiliki implikasi besar bagi stabilitas regional, terutama mengingat ketegangan saat ini di kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah.
Selain itu, beberapa pihak menganggap pembangunan pangkalan ini sebagai bagian dari strategi UEA yang lebih luas untuk memperluas cakupan kemampuan militernya dan bekerja sama dengan rezim Zionis sesuai dengan kepentingan regional dan internasional.
Perlu dicatat bahwa Uni Emirat Arab menormalisasi hubungannya dengan rezim Zionis pada September 2020. Sejak saat itu, kedua pihak telah memperkuat hubungan ekonomi dan politik mereka.
Hal ini terjadi seiring meningkatnya krisis antara UEA dan Arab Saudi terkait perkembangan di Yaman, dengan UEA mengumumkan akan menarik pasukan yang tersisa dari Yaman setelah Riyadh melakukan serangan udara di pelabuhan Mukalla, yang meningkatkan ketegangan dengan Arab Saudi.
Krisis baru-baru ini meningkat setelah koalisi pimpinan Saudi melakukan serangan udara di pelabuhan Mukalla di Yaman selatan. Arab Saudi mengklaim bahwa serangan itu menargetkan pengiriman senjata yang terkait dengan UEA.
UEA, di sisi lain, menyatakan bahwa pengiriman itu tidak berisi senjata dan dikirim untuk digunakan oleh pasukannya sendiri di Yaman.(sl)