Haaretz Mengakui: Trump Terjebak di Lubang Iran, Tak Bisa Keluar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189632-haaretz_mengakui_trump_terjebak_di_lubang_iran_tak_bisa_keluar
Pars Today - Surat kabar Israel Haaretz mengakui bahwa Donald Trump, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, harus membayar harga penuh dari sebuah keputusan yang salah. Ia kini sulit menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi menghindar dari tanggung jawab.
(last modified 2026-05-08T05:30:18+00:00 )
May 08, 2026 12:29 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Surat kabar Israel Haaretz mengakui bahwa Donald Trump, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, harus membayar harga penuh dari sebuah keputusan yang salah. Ia kini sulit menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi menghindar dari tanggung jawab.

Dalam sebuah catatan, Haaretz menulis, "Setelah lebih dari dua bulan berusaha memaksa Iran menyerah, Trump kini terperangkap dalam pertempuran tak berkesudahan melawan musuh yang keras kepala, berpengalaman, dan tak kenal takut, yang tidak mau menerima dikte."

Dilansir Pars Today dari Fars News, 7 Mei 2026, surat kabar Zionis itu menegaskan bahwa kemenangan cepat dan spektakuler yang ia impikan tidak akan pernah tercapai. Kini hanya ada dua pilihan di hadapannya: kesepakatan politik dengan memberi konsesi, atau perang panjang, mahal, dan berdarah yang akan menghancurkan posisinya di mata rakyat.

Haaretz melanjutkan, "Iran adalah cerita yang berbeda. Tidak ada faktor eksternal di sini. Presiden tidak bisa menyalahkan siapa pun. Ini adalah perangnya sendiri, perang yang ia mulai tanpa ancaman langsung terhadap AS. Ia mungkin membayangkan serangan singkat akan meruntuhkan pemerintahan Iran (setelah 47 tahun) dan mencatat namanya sebagai pencapaian ala Napoleon. Namun, ini adalah kesalahan perjudian yang sangat buruk."

Surat kabar Zionis itu menekankan bahwa Trump, yang kini mendekati ulang tahunnya yang ke-80, untuk pertama kalinya membayar harga penuh dari keputusan yang salah. Tidak ada uang yang bisa menyelamatkannya dari kebuntuan ini. Ia tidak bisa menerima takdirnya, dan terus berusaha dengan ancaman, janji, atau sekadar angan-angan untuk mengakhiri perang sesuai keinginannya sendiri.

Haaretz, yang bukan teman Iran, dengan jujur mengakui: Trump kalah. Setelah dua bulan menggertak, ia tidak lebih dekat ke kemenangan. Yang ia miliki hanyalah dua pilihan yang sama-sama buruk: menyerah dengan malu di meja perundingan, atau tenggelam lebih dalam ke rawa perang yang tak berujung. Peringatan untuk Washington: ini bukanlah perang kilat melawan Grenada. Ini adalah Iran. Dan Iran tidak akan pernah tunduk pada ancaman.(Sail)