Arab Saudi Sambut Penetapan IM Sebagai Kelompok Teroris Oleh AS
-
Bendera Arab Saudi
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan mendukung keputusan AS untuk menetapkan cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di Mesir, Yordania, dan Lebanon sebagai kelompok teroris.
Menurut laporan IRNA mengutip Kantor Berita Resmi Saudi (SPA), Kementerian Luar Negeri Saudi mengumumkan, "Riyadh mengutuk ekstremisme dan terorisme dan mendukung semua langkah yang memastikan keamanan negara-negara Arab, stabilitas dan kemakmuran mereka, serta keamanan kawasan dan dunia."
Just News mengutip Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pada hari Minggu (11/01/2026), "Ini akan dilakukan dengan cara yang paling kuat dan tegas. Dokumen akhir sedang disiapkan."
Yordania adalah negara Arab terbaru yang melarang Ikhwanul Muslimin awal tahun ini setelah badan keamanannya menggagalkan rencana sabotase.
Negara-negara lain, termasuk Mesir, Rusia, Arab Saudi, Suriah, dan UEA, telah melarang gerakan ini.
Ikhwanul Muslimin adalah salah satu organisasi Islam tertua dan paling berpengaruh di kawasan, yang saat ini dipimpin oleh Mohamed Badie di Mesir. Ia telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan hukuman mati karena merencanakan serangan kekerasan.
Badie dan sekitar 37 orang lainnya didakwa berkonspirasi untuk menghasut kerusuhan setelah militer menggulingkan mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi, yang juga merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin, pada Juli 2013.(sl)