Witkoff: Pertemuan dengan Utusan Rusia untuk Ukraina Sangat Konstruktif
-
Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah
Pars Today - Utusan Presiden Amerika Serikat dan Rusia di Forum Ekonomi Davos menyebut diskusi bilateral tentang Ukraina sangat konstruktif.
Menurut laporan IRNA mengutip Reuters, Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, dan Kirill Dmitriev, wakil khusus Presiden Rusia untuk investasi dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing mengumumkan pada Selasa (19/01/2026) malam bahwa pertemuan mereka di Davos untuk membahas kemungkinan perjanjian perdamaian di masa depan untuk mengakhiri perang di Ukraina sangat positif dan konstruktif.
Reuters menulis, Amerika Serikat telah mengadakan pembicaraan dengan Rusia dan pembicaraan terpisah dengan Ukraina dan para pemimpin Eropa tentang mengakhiri perang, tetapi meskipun Trump berulang kali berjanji untuk mencapai kesepakatan, belum ada kesepakatan yang tercapai hingga saat ini.
Di sisi lain, media Rusia mengutip Witkoff yang mengatakan bahwa mereka mengadakan pertemuan yang sangat positif.
Reuters menulis, "Sebuah sumber yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa pertemuan antara Witkoff dan Dmitriev berlangsung selama dua jam."
Pernyataan itu muncul setelah CNN mengutip Dmitriev, yang juga menjabat sebagai CEO Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang mengatakan bahwa pertemuannya dengan Steve Witkoff, utusan khusus presiden AS, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, berjalan konstruktif.
Dmitriev dan Witkoff telah bertemu beberapa kali untuk membahas perdamaian dengan Ukraina, tetapi belum ada dokumen yang ditandatangani. Pihak Eropa percaya bahwa Washington mengikuti tuntutan Moskow dalam pembicaraan tersebut. Rusia dan Ukraina juga saling menuduh tidak bersedia terlibat dalam diplomasi dan perdamaian.
Penyerahan wilayah di Ukraina timur adalah salah satu ketentuan terpenting dari rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump, yang ditentang oleh Kiev.
Perang di Ukraina mendekati tahun keempatnya, dan meskipun semua upaya dan negosiasi yang dilakukan pada tahun 2025, tidak ada tanda-tanda perdamaian dan gencatan senjata.
Dalam beberapa hari terakhir, ibu kota Ukraina dan Rusia telah menyaksikan serangan udara, sementara upaya para pemimpin Barat untuk mengakhiri perang sejauh ini gagal mencapai kemajuan nyata di medan perang.(sl)