Paket Berita Dunia
Watap Iran: Nol Pengayaan Bukan Negosiasi / 14 Negara Kutuk Pemukiman Israel
-
Perwakilan Iran di PBB
Pars Today - Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengklarifikasi bahwa nol pengayaan bukanlah negosiasi.
Duta Besar dan Wakil Tetap Iran untuk PBB mengumumkan pada hari Rabu (25/12/2025), "Nol pengayaan, tenggat waktu, dan paksaan, bahkan jika disajikan dalam istilah diplomatik, bukan merupakan negosiasi. Hal itu hanya menegaskan bahwa tujuannya adalah menyerah, bukan kesepakatan. Sikap Iran didasarkan pada supremasi hukum, bukan supremasi kekuasaan.
Duta Besar AS Morgan Ortagus dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengulangi klaim tanpa dasar tentang alasan kebuntuan dalam negosiasi untuk mencabut sanksi terhadap Iran dengan mengatakan, “Amerika Serikat tetap siap untuk pembicaraan formal dengan Iran, tetapi hanya jika Tehran siap untuk dialog langsung dan bermakna.”
Perwakilan AS melanjutkan dengan mengulangi beberapa tuntutan maksimum dari Iran, dan mengklaim bahwa “tidak boleh ada pengayaan yang dilakukan di dalam Iran, dan ini tetap menjadi prinsip kami yang tak tergoyahkan.”
14 Negara Kutuk Permukiman Rezim Zionis di Tepi Barat
14 negara, yang sebagian besar Eropa, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keputusan rezim Israel untuk membangun 19 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, dan menyebut langkah itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas regional.
Pernyataan yang mencakup nama-nama Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Islandia, Irlandia, Jepang, Malta, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Inggris Raya, menekankan bahwa tindakan sepihak dalam kerangka intensifikasi kebijakan permukiman di Tepi Barat, selain melanggar hukum internasional, meningkatkan risiko memicu ketidakstabilan.
Jenderal Pensiunan Zionis: Perang Lagi dengan Iran akan Jadi Bencana bagi Israel
Ahli strategi militer Zionis senior Isaac Brik memperingatkan bahwa konfrontasi militer baru antara Israel dan Iran dapat memiliki konsekuensi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi keamanan internal Israel, terutama karena kemampuan rudal Iran meningkat dan sistem pertahanan Israel tidak dapat menahan pertempuran berulang.
Beijing Mengancam AS dengan Tindakan Balasan atas Tarif Baru
Dengan keras mengkritik keputusan AS untuk memberlakukan tarif baru pada industri semikonduktornya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian memperingatkan bahwa Beijing akan mengambil tindakan balasan yang tegas untuk membela hak dan kepentingannya yang sah jika pendekatan ini berlanjut.
Lin Jian menambahkan, "Tindakan AS mengganggu stabilitas produksi dan rantai pasokan global dan menghambat perkembangan industri semikonduktor di berbagai negara. Tindakan ini pada akhirnya tidak hanya akan kembali ke AS sendiri, tetapi juga akan merugikan negara-negara lain."
Korut: Washington Mendorong Kawasan Menuju Ketidakstabilan Nuklir
Pemerintah Korea Utara mengeluarkan pernyataan, dengan keras mengkritik kebijakan Washington yang meningkat di Semenanjung Korea dan memperingatkan konsekuensi berbahaya dari kehadiran militer AS di kawasan it.
Pernyataan itu mengatakan bahwa masuknya kapal selam serang nuklir AS ke pangkalan Busan di Korea Selatan adalah tindakan provokatif yang akan meningkatkan ketegangan.(sl)