UNRWA: Israel Hancurkan 90 Persen Sekolah di Jalur Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185364-unrwa_israel_hancurkan_90_persen_sekolah_di_jalur_gaza
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sekitar 90 persen sekolah di Jalur Gaza rusak atau hancur total selama berlangsungnya perang.
(last modified 2026-02-13T07:00:59+00:00 )
Feb 13, 2026 13:59 Asia/Jakarta
  • Sekolah milik PBB di Gaza yang dihancurkan rezim Zionis
    Sekolah milik PBB di Gaza yang dihancurkan rezim Zionis

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan sekitar 90 persen sekolah di Jalur Gaza rusak atau hancur total selama berlangsungnya perang.

Melaporkan dari laman Al-Ahed, IRNA pada Jumat, 13 Februari 2026, memberitakan UNRWA dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah yang tersisa milik badan tersebut kini difungsikan sebagai tempat pengungsian. Anak-anak Gaza saat ini menerima pendidikan melalui ruang belajar darurat atau pembelajaran jarak jauh yang difasilitasi tim UNRWA.

Laporan UNRWA menyebutkan rezim pendudukan Israel meledakkan sebuah sekolah milik badan PBB tersebut dengan bahan peledak. Sekolah itu merupakan yang terakhir dari total enam sekolah dalam satu kompleks yang dihancurkan.

Sejak awal tahun 2026, Israel dilaporkan telah menghancurkan delapan sekolah milik UNRWA.

Laporan itu juga mencatat peresmian Pusat Kesehatan Al-Bureij pada 7 Februari lalu untuk memulihkan layanan kesehatan primer di wilayah timur Jalur Gaza bagian tengah.

UNRWA sebelumnya memperingatkan meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, perang di Gaza terus berlanjut dalam bentuk lain melalui penderitaan kemanusiaan yang berkepanjangan, penyebaran penyakit, dan kehancuran infrastruktur secara sistematis.

Dalam laporan terpisah, Universitas Cambridge mendeskripsikan situasi Gaza sebagai "pembantaian pendidikan" yang disengaja melalui penghancuran total dan parsial sebagian besar sekolah. Sistem pendidikan di wilayah itu disebut telah lumpuh total.

Laporan tersebut merujuk pada gugurnya ribuan pelajar serta ratusan guru dan dosen. Hal ini menandakan hilangnya satu generasi tenaga pendidik secara utuh. Sekolah-sekolah yang beralih fungsi menjadi tempat penampungan turut mempersulit pemulihan proses belajar-mengajar dalam waktu dekat.

Laporan Cambridge juga menekankan bahwa trauma psikologis akibat perang berkepanjangan akan menghambat kemampuan anak-anak Gaza untuk belajar di tahun-tahun mendatang.(sl)