Baghaei: Iran Tak jalin Hubungan Langsung dengan Kelompok Berkuasa di Suriah
-
Jubir Kemlu Iran Esmaeil Baghaei
Parstoday - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam, tidak menjalin hubungan secara langsung dengan kelompok yang berkuasa di Suriah saat ini.
Esmaeil Baghaei, Senin (23/12/2024) menuturkan bahwa sebelumnya Iran, bersedia masuk ke Suriah, untuk memerangi kelompok teroris ISIS, dan mencegah penyebaran terorisme ke negara-negara kawasan lain.
Ia menambahkan, Republik Islam Iran, menganggap urusan dalam negeri Suriah, terkait dengan rakyat negara itu, dan campur tangan Amerika Serikat, atas urusan internal negara lain, tidak menghasilkan apa pun selain ketidakamanan.
Pada saat yang sama, Jubir Kemlu Iran, mengomentari pencabutan sayembara berhadiah 10 juta dolar untuk menangkap Ketua Haiat Tahrir Al Sham, Abu Muhammad Al Julani yang berkuasa di Suriah sekarang.
Baghaei menjelaskan, "Pengalaman membuktikan terorisme dan klaim-klaim AS di bidang ini adalah alat untuk mencapai tujuan-tujuan Gedung Putih. Langkah ini dari sisi hukum sama sekali tidak berharga, dan hanya menunjukkan standar ganda Washington."
Jubir Kemlu Iran melanjutkan, penting untuk mencegah Suriah tidak menjadi tempat tumbuhnya terorisme, dan semua negara berkesimpulan bahwa segala bentuk instabilitas di negara-negara kawasan akan merembet ke negara kawasan lain.
Sehubungan dengan statemen terbaru Menlu AS terkait dukungan atas kerusuhan di Iran, Esmaeil Baghaei menyebut pernyataan tersebut melanggar hukum internasional.
"Orang-orang Amerika, harus bertanggung jawab atas intervensi-intervensi yang dilakukannya di Iran, dan di negara-negara dunia lainnya," tegas Esmaeil Baghaei.
Menurutnya campur tangan AS di Iran bukan barang baru. Ia menerangkan, "Statemen pejabat tinggi AS adalah lembaran hitam lain pada rekam jejak intervensi AS dalam urusan internal Iran, yang berlanjut sejak kudeta tahun 1953 sampai saat ini, dan sekarang dilanjutkan dengan sanksi-sanksi sepihak, tapi tetap gagal." (HS)