Hizbullah: Israel harus keluar dari Wilayah Lebanon
-
Hizbullah Lebanon
Parstoday- Hizbullah Lebanon menekankan penarikan pasukan rezim Zionis Israel dari wilayah Lebanon.
Menurut laporan Parstoday mengutip Mehr News Agency (MNA), Hizbullah Lebanon dalam statemennya menyatakan, tenggat waktu 60 hari Israel untuk mundur dari tanah Lebanon akan habis, dan Israel di akhir tenggat waktu tersebut harus melaksanakan kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
Hizbullah Lebanon seraya mengisyaratkan bahwa jika pasukan Israel tidak mundur dari wilayah Lebanon setelah tenggat waktu 60 hari, maka ini sebuah pelanggaran nyata gencatan senjata dan berlanjutnya pelanggaran kedaulatan wilayah Lebanon, menegaskan, pelanggaran gencatan senjata di Lebanon tidak dapat diterima, dan jika pasukan Israel tidak ditarik, maka pemerintah Lebanon harus melawan rezim ini dengan segenap kemampuannya.
Dalam keterangannya Hizbullah menyebutkan, statemen yang dirilis Israel untuk menunda penarikan pasukannya dari wilayah Lebanon akan membuat semua pihak termasuk pemerintah Lebanon akan menekan negara-negara pengawas kesepakatan.
Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa harus ada upaya serius sehingga warga dapat segera kembali ke desa-desa mereka, dan Israel tidak boleh dibiarkan memiliki alasan untuk melanjutkan pendudukannya atas Lebanon.
Gencatan senjata 60 hari antara Israel dan Lebanon dengan mediasi internasional diberlakukan Rabu 27 November 2024 dini hari.
Sejak diberlakukannya gencatan senjata, militer Israel berulang kali melanggar kesepakatan ini dengan menyerang berbagai wilayah Lebanon selatan serta membunuh dan melukai warga negara ini. Selain itu, Israel menghalangi kepulangan pengungsi Lebanon ke kota dan desa-desa di wilayah selatan negara ini.
Senin 27 Februari 2025 tenggat waktu 60 hari bagi militer Israel untuk mundur dari wilayah perbatasan Lebanon berakhir. (MF)