Muhammadiyah: OKI harus Tegas terhadap Myanmar
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i26101-muhammadiyah_oki_harus_tegas_terhadap_myanmar
Muhammadiyah mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 19, 2016 00:30 Asia/Jakarta
  • Muhammadiyah: OKI harus Tegas terhadap Myanmar

Muhammadiyah mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Muhammadiyah mengimbau badan dunia PBB untuk turun dan menghentikan tindakan biadab tersebut dan memberi sanksi kepada pemerintah Myanmar agar tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut dihentikan dan tidak terulang lagi," kata Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, seperti dilansir CNN Indonesia Jumat (18/11).

Selain itu, Muhammadiyah juga menyerukan suapaya negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersikap tegas terhadap pemerintah Myanmar.

Di bagian lain pernyataannya, Muhammadiyah menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pemimpin sekaligus penasihat negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang dinilai tidak melakukan langkah nyata untuk melindungi hak hidup warga Muslim di negaranya.

Selain itu, Muhammadiyah juga mengimbau komite global untuk mencabut penghargaan Nobel Perdamaian yang telah diberikan kepada Suu Kyi, karena pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu dianggap tidak benar-benar mendukung terciptanya perdamaian dan persaudaraan di antara sesama manusia.

Para aktivis pendukung Rohingya Rabu (16/11) mengatakan, lebih dari seratus orang Muslim Rohingya tewas dalam serangan terbaru militer pemerintah Myanmar baru-baru ini di negara bagian Rakhine.

Press TV melaporkan, Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu.

Nay San Lwin, blogger yang berbasis di Eropa yang mengamati secara seksama perkembangan kasus Rohingya sejak 2012, mengatakan, laporan-laporan dari jaringan aktivis di Rakhine mengatakan, lebih dari 100 jenazah telah ditemukan penduduk desa, sebagian tertutup jerami atau terbakar.

Pemerintah Myanmar, hari Selasa mengakui tewasnya 69 orang warga sipil, dan 17 anggota pasukan keamanan.