Pesan Presiden RI kepada Pemimpin Suku dan Tokoh Adat
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i46846-pesan_presiden_ri_kepada_pemimpin_suku_dan_tokoh_adat
Keberagaman suku selalu menjadi topik pembicaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam setiap kesempatannya berpidato. Kali ini Jokowi mengumpulkan para kepala suku dan tokoh adat se-Indonesia di Istana Bogor.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Nov 16, 2017 10:51 Asia/Jakarta

Keberagaman suku selalu menjadi topik pembicaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam setiap kesempatannya berpidato. Kali ini Jokowi mengumpulkan para kepala suku dan tokoh adat se-Indonesia di Istana Bogor.

Para kepala suku itu hadir dengan pakaian adat masing-masing di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017). Di antara mereka bahkan ada yang tak bersepatu.

Para kepala suku dan tokoh adat saling berbincang sembari menanti Jokowi tiba di ruangan. Mereka tetap memakai penutup kepala saat dalam ruangan

Jokowi kemudian memasuki ruangan didampingi oleh Mendikbud Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Jokowi langsung menyampaikan sambutan setelah Mendikbud memberi laporan. Jokowi tak dapat menutupi perasaan bangga memiliki kesempatan bertemu mereka.

"Keragaman suku, agama, adat istiadat, budaya merupakan kekayaan dan anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri," kata Jokowi dalam pidato.

Jokowi mengingatkan Indonesia merupakan bangsa besar dan beragam suku, budaya, bahasa, dan agama‎. Dia membandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, yang hanya empat suku dan Afganistan terdiri dari tujuh suku.

"Jadi tidak bisa dibandingkan, karena kita sangat besar sekali. Banyak sekali keraton, sekarang keraton yang masih utuh 43 dan 29 lembaga adat. Sedangkan negara lain ada yang tak punya keraton, kalau pun ada hanya satu dua. Kekayaan seperti harus kita jaga," ujarnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah mendukung pembangunan rumah-rumah adat.

"Bagi rumah adat yang anggarannya tidak terlalu banyak bisa diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

"Kalau keraton yang gede silakan ke Menteri PUPR. Insyallah kita siap untuk merenovasi rumah-rumah adat, lembaga adat, akan kita jaga," ‎Jokowi menambahkan.

Jokowi menghargai upaya para kepala suku dan lembaga adat merawat adat istiadat. Pemerintah siap memfasilitasi renovasi rumah adat seluruh Indonesia.

"Jangan sampai kita kehilangan kekayaan budaya, karena kekayaan itu lah yang nanti bisa menyejahterakan negara dan bangsa Indonesia‎," ujar dia.

Para pemimpin suku dan tokoh adat bertemu dengan Joko Widodo, Presiden RI.

Di bagian lain pidatonya, Jokowi berpesan agar bangsa Indonesia selalu menjaga persaudaraan. Dia kembali bercerita tentang pertemuannya dengan Presiden Afganistan Asraf Ghani.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 714 suku, lalu Ghani menyatakan negerinya hanya punya 7 suku.

"Saya bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yang 23 tahun berada di pengasingan. Beliau baru balik setelah jadi Presiden. Saya menyampaikan (di Indonesia) ada 17 ribu pulau, 714 suku. Beliau sampaikan ke saya, sebagai negara besar, bukan besar, sangat besar," kata Jokowi.

"Jumlah suku yang 714 itu bukan jumlah yang sedikit. Beliau pesan, hati-hati Presiden mengelola keberagaman agama, suku, keberagaman adat dan budaya di negaramu," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Jokowi, Ashraf Ghani berbagi cerita tentang tantangan mengelola negara dengan berbagai suku.

"Di Afghanistan karena pertikaian dua suku, akhirnya jadi perang. Sampai sekarang belum selesai dan pecah jadi 40 kelompok," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, saat mendengar cerita itu, lantas ia memberanikan diri untuk mengundang kelompok-kelompok di Afghanistan datang ke Indonesia. Maksud Jokowi, agar kelompok itu melihat ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah di Indonesia.

"Insyaallah pada tanggal 20 akhir bulan ini akan datang ke Indonesia," tuturnya.

Sebelum menemui para kepala suku ini, Jokowi sebelumnya menerima kedatangan Pengurus Pusat dan Daerah Al Irsyad Al Islamiyyah. Presiden juga menyatakan hal yang sama dalam pertemuan dengan mereka.

"Dijaga persaudaraan, dijaga kerukunan di antara suku-suku bangsa. Jangan sampai seperti yang terjadi di Afghanistan, sangat sulit sekali kalau sudah seperti itu untuk mendamaikan, untuk merukunkan kembali," kata Jokowi.

"Jadi kalau kita sendiri di dalam negeri ini masih ada yang usrek, usrek itu apa ya, gesekan, nanti akan menjadi sangat lucu sekali karena kita dilihat sekarang ini. Eropa melihat kita setelah banyak kegaduhan di dunia, kita ini dilihat. Jangan sampai kita dilihat dijadikan contoh tapi dalam negeri masih gaduh," tutur pungkasnya seperti dikutip Detik. (RA)