Blusukan Presiden RI di Kalimantan Selatan
-
Presiden RI di Kalimantan Selatan
(ANTARA News) - Presiden Joko Widodo melakukan "blusukan" di pinggir kali irigasi Desa Pematang Panjang, Kecamatam Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan untuk meninjau pembangunan jalan produksi Padat Karya Tunai Desa (PKTD).
"Ini dana desa yang dipakai untuk padat karya tunai dan tadi saya tanyakan ke pekerja satu hari di gaji berapa, Rp80.000," kata Jokowi saat meninjau PKTD jalan produksi desa pada Senin.
Menurut Jokowi, pembangunan tersebut bertujuan untuk memperbaiki akses jalan produksi desa untuk meningkatkan perekonomian penduduk. Masyarakat dapat memanfaatkan jalan yang aksesnya lebih baik untuk menuju ke sawah.
"Kita harapkan satu, ada daya beli masyarakat yang meningkat karena mendapat tambahan income. Peredaran uang di desa juga semakin meningkat dan akhirnya kita harapkan nanti konsumsi dan daya beli itu juga naik, targetnya ke sana," jelas Presiden.
Pemerintah memprioritaskan infrastruktur yang dibangun dengan dana desa antara lain jalan produksi desa, jalan persawahan, irigasi dan infrastruktur yang produktif. Presiden meyakini PKTD memberi dampak yang positif bagi masyarakat.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melakukan pekerjaan peningkatan jalan lingkungan di desa tersebut sepanjang hampir 400 meter.
Total anggaran PKTD yang digelontorkan yaitu sebesar Rp115,9 juta dan dikerjakan oleh 30 orang selama 15 hari kerja.
Masyarakat yang menunggu Presiden di pinggir sungai pun riuh ramai melihat kepala negara menyambangi desanya. Para pekerja mengawali proyek itu dengan menguruk jalan menggunakan tanah dan batu split untuk memadatkan jalan pada proses awal.
Presiden saksikan pembagian ribuan sertifikat masyarakat Kalsel
Presiden Joko Widodo menyaksikan pembagian sertifikat tanah kepada 3.630 kepala keluarga yang hadir di GOR Rudi Rusnawan, Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghindari sengketa lahan.
"Diangkat tinggi-tinggi, biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi hak milik bapak ibu sekalian dan bukan pengibulan," kata Presiden dalam sambutannya di GOR tersebut pada Senin.
Presiden menegaskan sertifikat sudah diserahkan kepada seluruh masyarakat. Jokowi juga meminta agar masyarakat merawat baik-baik sertifikat masing-masing dengan disalin foto kopi.
Masyarakat juga menyambut antusias ketika Presiden mengatakan sertifikat dapat diagunkan untuk modal yang produktif. Namun Kepala Negara mengingatkan agar warga teliti dalam menghitung risiko dan kalkulasi angsuran sebelum mengambil modal untuk usaha yang produktif.
"Memang sertifikat ini bisa kita mengakses untuk permodalan, mengakses ke lembaga keuangan tidak apa-apa. Silakan, tapi saya titip hati-hati kalau pinjam uang di bank," ujar Presiden.
Total sertifikat yang dibagikan di Kalimantan Selatan pada Senin yaitu sebanyak 5.640 sertifikat.