DPR RI Kecam Represi Israel terhadap Warga Palestina
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i54286-dpr_ri_kecam_represi_israel_terhadap_warga_palestina
Aksi represif rezim Zionis Israel terhadap Palestina menjadi sorotan media nasional Indonesia. Pada hari Jumat (30/3), ribuan warga Palestina di Gaza melakukan demonstrasi di perbatasan Palestina Pendudukan. Aksi tersebut digelar guna menuntut Israel mengembalikan tanah-tanah yang direbutnya saat perang Arab-Israel 1948 kepada para pengungsi Palestina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 01, 2018 09:43 Asia/Jakarta
  • Bendera Indonesia dan Palestina
    Bendera Indonesia dan Palestina

Aksi represif rezim Zionis Israel terhadap Palestina menjadi sorotan media nasional Indonesia. Pada hari Jumat (30/3), ribuan warga Palestina di Gaza melakukan demonstrasi di perbatasan Palestina Pendudukan. Aksi tersebut digelar guna menuntut Israel mengembalikan tanah-tanah yang direbutnya saat perang Arab-Israel 1948 kepada para pengungsi Palestina.

Situs Antara Ahad (1/4) melaporkan, Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi' Munawar, mengecam Israel yang telah menembaki warga Palestina ketika mereka melakukan peringatan Hari Tanah Palestina, yakni hari di mana Israel melakukan penyitaan tanah milik Palestina pada 1976.

"Kami mengecam tindakan Israel yang telah melakukan kekerasan terhadap ribuan warga Palestina yang hendak melakukan demonstrasi di Gaza. Apa yang dilakukan Israel telah melampaui batas dan tidak berperikemanusiaan," ucap Munawar, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Ahad.

"Kekerasan selalu menghiasi tanah palestina sejak 1948 dan terus terjadi setiap tahun hingga saat ini. Warga Palestina yang menuntut hak atas tanah mereka selalu dihadapi dengan tindakan represif tentara Israel," tegasnya.

Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan bahwa jumlah korban tewas dari rangkaian demonstrasi yang dilakukan pada Jumat itu adalah yang terbesar sejak perang Israel terakhir di Gaza pada musim panas 2014.

Sejak itu warga Gaza menjalani periode panjang dalam kondisi ekonomi yang sulit, sementara pada saat yang bersamaan blokade Israel mungkin menjadi yang terbesar dalam empat tahun gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

"Demonstrasi warga Gaza dilakukan dengan damai, meski terjadi konfrontasi yang melibatkan pemuda Palestina di dekat perbatasan dengan Israel beberapa kali. Tetapi untuk ke sekian kalinya tanggapan Israel selalu dengan penembakan dan pembunuhan," kata Munawar.

Peringatan Hari Tanah Palestina ini dijadwalkan akan digelar selama enam pekan yang berakhir pada 15 Mei di hari Nakbah (bencana).

Tanggal itu menandai perpindahan ratusan ribu orang Palestina karena pencaplokan tanah mereka oleh Israel pada tahun 1948. Warga Palestina telah lama menuntut hak atas tanah mereka untuk kembali, tetapi Israel berulangkali mengingkari itu.

Warga Palestina diserang pasukan Israel

 

Situs Republika melaporkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan tragedi itu menggarisbawahi kenyataan bahwa upaya perdamaian sudah saatnya dihidupkan kembali. Dia mengatakan perlu upaya mengembalikan perundingan bermakna guna menemukan penyelesaian.

Guteres juga menyerukan penyelidikan mandiri dan terbuka dilakukan atas bentrokan disertai kekerasan antara pasukan keamanan Israel dan pengunjuk rasa Palestina di Gaza. Pemimpin PBB itu juga mendesak semua pihak terkait menahan diri dari tindakan yang bisa menyebabkan korban jatuh lebih banyak.

Sementara itu, Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Urusan Perang Israel Avigdor Liberman, pada Sabtu (31/3), membela pasukannya yang melancarkan serangan terhadap warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza. Menurut mereka, tindakan pasukannya tepat karena melindungi kedaulatan negara.

"Rasa hormat saya sampaikan ke tentara-tentara yang menjaga perbatasan Israel, memungkinkan warga Israel untuk merayakan liburan dalam damai," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan Haaretz.

Netanyahu juga menyoroti perihal warga Palestina yang tewas akibat serangan pasukan keamanan Israel. Menurutnya serangan terhadap warga-warga terkait merupakan respons pasukannya guna melindungi kedaulatan negara.

Avigdor Liberman menolak permintaan dilakukannya penyelidikan terkait bentrokan terbaru di Jalur Gaza yang telah menewaskan belasan warga Palestina. Menurutnya, permintaan penyelidikan itu tidak logis.

Ia menyatakan bahwa yang berpartisipasi dalam demonstrasi di perbatasan Jalur Gaza dan Israel adalah anggota Hamas. Israel telah menganggap Hamas sebagai kelompok yang mengancam keamanan dan kedaulatannya.

Aksi tersebut berujung bentrok ketika massa mulai mendekati pagar perbatasan Gaza-Israel. Pasukan keamanan Israel segera melepaskan berondongan tembakan. Sebanyak 15 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.000 lainnya mengalami luka-luka.

Ribuan warga Palestina pada Jumat memulai hari pertama rangkaian "Pawai Besar untuk Kembali", yaitu unjuk rasa satu bulan di sepanjang pagar perbatasan Jalur Gaza dengan Israel.

Unjuk rasa itu untuk menuntut pengungsi Palestina, yang dipaksa meninggalkan kota mereka saat perang Arab-Israel pada 1948, dibolehkan kembali.(Antara/Republika/PH)