Pembukaan Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i54798-pembukaan_indonesia_africa_forum_(iaf)_di_bali
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla membuka Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali. JK menyebut forum ini sebagai bukti persatuan Indonesia dan Afrika untuk kerja sama dan memajukan ekonomi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 10, 2018 09:21 Asia/Jakarta
  • Pembukaan Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018)
    Pembukaan Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018)

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla membuka Indonesia Africa Forum (IAF) di Bali. JK menyebut forum ini sebagai bukti persatuan Indonesia dan Afrika untuk kerja sama dan memajukan ekonomi.

Wapres JK hadir di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (10/4/2018) dan secara resmi membuka acara tersebut dengan menabuh gendang.

 

Ini saatnya bagi Indonesia dan Afrika untuk menunjukkan potensi masing-masing. Dalam pembukaan acara tersebut, Wapres RI memberikan sambutan dan menjadi pembicara kunci.

 

Dalam sambutannya, JK mengapresiasi kerja sama yang sejak lama telah terjalin antara Indonesia dan Afrika. Ia mengatakan, pengembangan kerja sama dengan negara-negara Afrika merupakan prioritas bagi kebijakan luar negeri Indonesia.

 

"Afrika adalah benua dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Afrika juga memiliki banyak potensi yang belum termanfaatkan, serta berlimpahnya sumber daya alam," kata JK kepada mediaindonesia di Nusa Dua, Bali pada hari Selasa.

 

Sementara itu, lanjut Wapres JK, Indonesia juga memiliki potensi besar, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yang juga merupakan anggota G-20, dan populasi terbesar keempat di dunia.

 

"Kami juga bangsa yang sangat potensial. Kami berjuang untuk mengembangkan infrastruktur yang luas," imbuhnya.

 

Hal itu, menurut Wapres, menjadikan Indonesia sama seperti Afrika, sehingga Indonesia mengerti bahwa pembangunan infrastruktur adalah suatu keharusan jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan bisa dirasakan oleh masyarakat.

 

Wapres JK berpendapat, jika Indonesia dan Afrika berhasil dalam bekerja sama, keduanya dapat memberitahu kepada dunia bahwa kerja sama antara negara-negara dengan ekonomi yang sedang berkembang bukanlah hal yang mustahil.

 

"Saya benar-benar percaya dalam manfaat kerja sama Selatan-Selatan. Semangat kerja sama Selatan-Selatan harus terus digemakan," pungkasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, Indonesia mencintai Afrika. Menurut dia, hal ini terefleksi dari kerja sama yang dilakukan sejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955 hingga saat ini dalam Forum Indonesia-Africa (IAF) 2018.

 

"Mengapa Indonesia menginisiasi IAF 2018? Jawabannya sangat sederhana dan mudah. Karena Indonesia cinta Afrika...," kata Retno disambut tepuk tangan hadirin saat saat pidato dalam pembukaan IAF 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/4/2018) seperti dikutip kompas.

 

Dia menyebutkan, semangat dari KAA 1955 yakni caring, sustainable, dan win-win solution, dibawa ke IAF 2018. "Kami mempersiapkan acara ini selama satu tahun untuk menunjukkan cinta Indonesia. Acara ini dihadiri 500 partisipan dari Indonesia dan Afrika. Baik dari pihak pemerintah ataupun swasta," ucap Retno.

 

Menurut dia, pemerintah akan selalu mendukung kerja sama yang dilakukan dengan Afrika. Terutama untuk diplomasi ekonomi, transformasi digital, infrastruktur, konektivitas, sampah serta ekonomi digital dan sebagainya.

 

Indonesia lanjut dia, ingin menjadi bagian dari pertumbuhan Afrika dan sebaliknya.  "Seperti lagu Waka-waka, this time for Africa..," katanya.

Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018)

 

Indonesia-Africa Forum 2018 (IAF 2018) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 10-11 April 2018. Melalui ajang ini, Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan kerja sama dengan 53 negara di Benua Afrika. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendukung penuh komitmen pemerintah. Demikian juga dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

 

Berdasarkan catatan Kemendag, total perdagangan Indonesia dengan Afrika pada 2017 mencapai 8,85 miliar dollar AS. Nilai ini meningkat sebesar 15,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Produk-produk yang diekspor ke Afrika diantaranya minyak kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas, sabun, dan kopi.